Assalamualaikum BR. Selamat datang kembali di Guru Gembul Channel. Saya tuh mengalami mimpi yang cukup aneh kemarin lalu itu baraya dan mimpi itu benar-benar bikin saya kesal sampai bahkan setelah saya menjalani hari-hari berjaga itu tetap bikin kesal kalau saya ngingat mimpi itu. Jadi mimpinya kayak gimana? Ya, kurang lebihnya begini baraya. Ee satu waktu saya diundang oleh sebuah ormas keislaman terbesar di Jerman di Nurenberg ee untuk menjadi seorang moderator di sana. moderator dalam sebuah seminar yang membincangkan masalah-masalah keislaman kekinian gitu ya. Nah, tapi sudah saya sampai di sana dan saya bersiap-siap, tiba-tiba panitia menghubungi saya, "Pak, maaf ya, Bapak enggak jadi loh, kenapa enggak jadi? Saya kan sudah datang capek-capek, jauh-jauh datang ke sini, sudah meluangkan banyak waktu ke sini. Kenapa dibatalkan?" Iya, maaf karena ada banyak penolakan dari pihak-pihak kelompok di sini di ormas ini. Khususnya karena Bapak itu sering mengkritik ormas. Oh, ya. Kenapa sih enggak mau kenapa anti kritik banget gitu? Saya pikir ya. Alasannya sih alasan kelise tapi okelah saya pikir tuh ya kesal tapi okelah. Tapi yang lebih mengherankannya lagi itu adalah bahwa Pak sebenarnya alasan lainnya itu adalah karena panitia berkehendak agar moderatornya itu adalah perempuan yang cantik. Saya kaget langsung di sini tuh kan ini tuh seminar dan seminarnya itu seminar ormas keagamaan Islam dan yang menghadirinya, yang jadi pembicaranya itu kan justru adalah para kiai, para ulama, para habib ya, orang-orang para dai yang semacam itu. Kenapa milih moderator yang cantik? Iya, Pak. Soalnya di kami itu kan kalau ngedengerin seminar itu kan pasti sepat gitu, ngantuk gitu, lemas gitu. Malas sama kejadian-kejadian kayak gitu. Jadi harus ada ya pemanis-pemanis gitulah ya, Pak. Jadi di layar itu kelihatan enak, di panggung itu kelihatan enak. Saya itu kesal banget pada waktu itu, Mbaya. Jadi saya mengkritik ormas itu ya di antaranya adalah karena tindakan-tindakan yang amoral, tindakan-tindakan yang kurang baik dan sebagainya. Dan ini di sini justru malah dibuktikan bahwa saya digantikan oleh pihak lain, tapi harus yang cantik biar tidak sepat matanya karena seminar itu membosankan dan bikin tidur. Dan memang benar si ormas yang dimaksud itu yang di Nurberg Jerman itu emang itu memang gitu. Jadi kalau menyangkut masalah keislaman, menyangkut masalah keilmuan, menyangkut masalah seminar yang mencerahkan dan sebagainya, mereka itu ngantuk. Mereka itu tidak peduli, mereka itu tidur. Tapi bagian ngurusin tambang. ngurusin jabatan, rebutan kekayaan itu mereka expose secara terbuka. Bahkan mereka itu rela sampai gontok-gontokan di dalam organisasinya. Sampai organisasinya pecah, ketuanya ribut satu sama lain itu demi apa? Demi ngurusin tambang, rebutin tambang, gitu. Sekali lagi ya, soal bagian-bagian yang mencerahkan, bagian keilmuan dan sebagainya. Mereka ngaku sepat, mereka ngaku tidak berminat dalam hal itu. Tapi bagian duit, bagian cewek itu ya ampun. Makanya termasuk kemarin itu kan ada kejadian di Belanda beray tahu ya, di Belanda itu kan ada sebuah dam besar namanya Oster Dam kalau enggak salah. Nah, dam itu tuh kan kemarin kita tahu bocor, jebol gitu ya dan itu menyebabkan banyak orang yang meninggal dunia, kemudian banyak orang yang mengungsi, kemudian infrastruktur di sana juga rusak parah sampai kerugiannya itu luar bias lah. Dan itu menjadi sebuah bencana yang dipublikasikan dan diketahui sama banyak orang sampai influencer datang ke sana, pejabat-pejabat juga datang ke sana gitu ya. Bahkan di Belanda itu ee pangerannya atau siapanya itu juga ikut datang meninjau ee korban dan lain sebagainya. Nah, tapi ormas ini yang paling besar di Jerman ini, ini warganya, warga ormasnya juga pengin ngebantu. Kan Jerman sama Belanda tuh tetanggaan gitu. Dan mereka tuh punya hubungan kebudayaan yang mirip gitu. Pada datang ke sana tapi pimpinan-pimpinannya ogah, enggak mau ngapa-ngapain. Karena apa? Karena sibuk ngurusin perdebatan tambang sampai mereka pecah belah dan akhirnya mereka tuh kubu-kubuan dalam situasi yang ekstrem gitu. gitu. Jadi ya masalah yang kemanusiaan, masalah yang agama beneran mereka tidak peduli. Jadi agama tuh hanya dijadikan tameng aja. Aslinya di sana tuh bobrok banget. Bahkan ini di Nurenberg Jerman itu kan ormas itu tuh kan ada salah satu petinggi dari ormas itu tuh yang menjadi menteri di Belanda. Nah walaupun jadi menteri di Belanda tapi dia itu menteri apa gitu ya pokoknya mah yang berhubungan dengan rakyat gitu. Si menteri itu tuh datang paling terlambat ke lokasi kejadian. Alasannya apa? Alasannya ternyata mind blowing bukan hanya ngurusin tambang, tapi karena dia itu ketahuan atau terduga korupsi 33 miliar kalau dirupiahkan ya 33 miliar. Kemudian uang itu bagaimana caranya supaya cepat habis dan sebagian bisa dipertanggungjawabkan adalah dia seks party dan dia itu udah dikenal di kelompoknya itu tukang seks party bahwa cewek. Nah, karena dia seks party kemudian ketahuan sama ya lawannya kan lagi pecah gitu ya si ormasnya itu lagi pecah gitu. Nah, ketahuan sama lawannya kemudian si lawannya itu ngomong saya minta 2 miliar untuk tutup mulut begitu. [tertawa] Nah, jadi dia datang terlambat itu karena ngurusin aduh ini ternyata banyak masalah di organisasi banyak masalah pribadinya juga diserang dan sebagainya. Ya, tapi itu mah cuman gosip. Saya kan enggak bisa mengakses informasi yang sebenarnya di sana. Sekarang saya dapatnya cuma dari panitia aja ngobrol. Karena ee saya tuh ya walaupun katanya itu ee ditolak sama banyak pihak di ormas itu, saya tuh dekat sama pimpinan-pimpinan tertingginya dan mereka tuh minta agar memang ormas di Nurenberg ini tuh harus ada kritik dari luar agar mereka itu berbenah gitu. Karena kan kalau kita mencintai organisasi, kita mencintai manusia, kita mencintai kelompok, kita mencintai em golongan kita, kita tuh harus melakukan introspeksi dan melakukan kritik internal maupun eksternal kepada mereka agar mereka tuh kembali ke jalan yang benar dan selalu ada di trek yang lurus, kan begitu. Nah, ee tapi ya jadi aduh ini ada bencana yang luar biasa. Kematian melibatkan banyak orang. Dia yang menjadi menteri malah terlambat datang gara-gara masalah-masalah pribadi yang berhubungan dengan skandal. Tapi kenapa bisa seperti itu sih? Kan baraya, saya yakin baraya yang nonton aja jengkel gitu ya. Nah, kenapa bisa seperti itu ya? Alasan sederhananya tuh gini baraya karena e ormas di Jerman itu tuh ngajarin kepada semuanya. Mereka tuh bikin lembaga pendidikan, bikin sistem pendidikan, bikin yang semacam itu. Nah, bikin tapi sistem pendidikannya itu bukan mencerdaskan tapi membodohkan. Jadi pelajarannya itu orang tidak boleh kritis, tapi hanya harus menghafal pengalaman pengetahuan, perkataan orang lain. Menghafal gitu ya. Kemudian bertanya itu sesuatu yang agak janggal di sana apalagi mengkritik gitu. Jadi harus ngikutin semua kata-kata yang ada di atasnya. Jadi walaupun yang di atasnya itu kacau, luar biasa, tidak bermoral dan sebagainya, tapi semua murid-muridnya itu akan patuh. Dan ketika kita kritik itu hujatan caci maki dan boikot itu pasti akan dilakukan. Diboikot kitanya tuh bakal diboikot bar ya. Ee jadi ini besar sekali dan kenapa bisa seperti itu ya karena si ormas ini tuh melibatkan uang yang sangat besar, melibatkan jaringan kekuasaan yang sangat kuat dan jaringan kekuasaan yang sangat kuat itu sangat ketergantungan sama ormas ini gitu. Jadi ee kenapa si orang-orang di bawahnya itu dibuat tetap tidak kritis? dibuat tidak skeptis karena satu ini adalah untuk ee kepentingan pemilu. Jadi pemilu itu mereka tuh bisa diarahkan karena mereka kan biasanya saya tidak tahu pilihan mana yang benar tapi ngikut aja pada orang patron kita gitu ya. Nah, jadi memang desainnya dibuat seperti itu biar bisa dijual dalam pemilu, dijual dalam Pilkada, kemudian dikadalin yang seperti itu. Kemudian ee digunakan untuk melayani organisasi itu atau melayani lembaga itu gitu ya. atau melayani orang-orangnya. Nanti di ini diiming-imingi surga. Nanti kalau kamu melayani dengan baik, nanti kamu dapat berkah. Hidup kamu nanti akan ee selamat di dunia dan akhirat gitu ya. Kurang lebihnya seperti itu. Kemudian tujuan berikutnya itu adalah untuk melindungi kepentingan-kepentingan pemerintah. Jadi kalau pemerintah punya lahan tambang gitu ya, kemudian lahan kedelai, lahan toge dan sebagainya dan itu merusak lingkungan dan sebagainya. mereka itu akan disimpan di hadapan masyarakat, di depan rakyat untuk membentengi pemerintah dari kritik. Jadi mereka akan menyebut wah ini wasabi lingkungan dan sebagainya mereka itu akan dibuat yang seperti itu gitu ya. Kemudian untuk bancakan kepentingan yang jauh lebih besar lagi gitu. Jadi misalkan kayak kemarin lah ya kan ee mereka itu terkena kasus skandal haji ya di Jerman itu. Di Jerman juga kan banyak haji gitu kayak mesil gitu kan haji ya. Nah, [tertawa] ee di Jerman itu ada skandal haji, ternyata mereka itu korupsi. Nah, walaupun ketahuan korupsi, tetapi polisi dan para penegak hukum di sana itu tidak segera mengambil tindakan. Kenapa seperti itu? Karena ada lobi besar ini. Siapa yang mau dikorbanin? Kan udah ketahuan korupsi dan korupsi itu melibatkan banyak orang termasuk pimpinannya perdana menteri Jerman itu tuh dapat. Jadi korupsi itu disetorkan kepada pemerintah pusat yang tinggi-tingginya itu sekitar 1 sampai 2 triliun. disetorin. Nah, karena ini melibatkan banyak sekali pihak, jadi harus ada satu tersangka untuk mendiamkan masyarakat dan aktivis. Tapi si tersangka itu tuh tidak boleh cuap-cuap ke mana-mana. Harus mengaku bahwa yang korupsi itu saya sendiri, gitu. Nah, jadi lagi milih, lagi lobi, tapi siapa? Nah, sampai sekarang itu belum ketahuan siapanya gitu. Jadi, em biarkan nanti satu dikorbankan. Nah, setelah satu dikorbankan, nanti orang yang mengaku sebagai koruptor dan lain-lain itu nanti akan divonis kemudian dipenjara. Tapi setelah dipenjara dia ya akan dibebaskan saja gitu ya. Ini mah hanya untuk meredam opini publik saja begitu ceritanya. Tapi sampai sekarang si tentang siapa yang mau dikorbankannya masih bingung gitu. Makanya setiap menjadi ketua dari ormas itu tuh itu tuh pasti melibatkan perdana menteri, pasti melibatkan pemerintah. Jadi bukan dipilih oleh anggota, bukan dipilih oleh rakyatnya, tapi biasanya dipilih dan direstui sama presidennya. Karena apa? Karena ini menyangkut jumlah uang yang lebih besar dan jumlah skandal yang jauh lebih besar daripada itu semua, gitu. Makanya itulah alasan bahkan ketika ada di negara tetangga itu banjir yang sangat besar, banjir bandang karena benteng jebol itu ya mereka sekarang malah sibuknya itu persiapan muktamar, persiapan pemilihan ketua yang baru gitu. Karena pemeriksaan ketua yang baru itu juga berdampak pada presidennya siapa nanti gitu, kepada wakilnya presiden, kepada menteri-menterinya siapa nanti dan sebagainya itu berdampak ke situ gitu. Dan karena itulah maka mereka juga suka disuapin gitu. Jadi ada pesantren langsung dikasih 125 M gitu dari duit negara. Jadi pesantrennya milik pribadi tapi untuk negara dikasih ke sana gitu. Atau misalkan ada kejadian yang lain itu ee ketuanya yang sekarang sedang bersengketa itu itu punya pesantren. Tapi pesantrennya itu enggak elit. Pesantrennya itu enggak terkenal. Pesantrennya itu enggak punya riwayat masa lalu. Itu tuh cuman rintisan dan santrinya juga cuman 30 40 orang. Enggak sampai 100 orang, tapi bangunannya, megahnya luar biasa. Rumah dari orang itu yang ketuanya itu, itu sampai ada lift-nya gitu saking tajir melintirnya gitu. Padahal orang-orang di bawahnya, rakyatnya, anggota-anggotanya itu dibuat miskin dan dimiskinkan, dibuat bodoh dan dibodohkan. Yait untuk transaksi jual beli aja. Tapi ya itu kalau kita kritik misalkan e jangan sampailah berani mengkritik itu baraya. karena ee banyak orang berani mengkritik pemerintah Jerman, banyak orang berani mengkritik pemerintah di Nurenberg, banyak orang berani mengkritik dan menghujat para oligarki dan mafia di sana. Tapi kalau berhadapan dengan ini enggak ada yang berani. Asli enggak ada yang berani. Karena wah itu hantamannya sangat luar biasa. Baraya. Kalau kalau saya masih berani tapi ya cuman sendirian aja enggak berani karena dihujat juga siapa juga yang berani berhadapan dengan itu gitu. Tapi ya untungnya itu di dalam mimpi saya dan kejadiannya di Nurenberg Jerman gitu ya. Ee cuman ya itulah yang bikin saya kesal. Maksud saya saya adalah seorang muslim gitu. Saya tuh beragama Islam. Saya tuh mencintai agama saya gitu. Tapi agama saya itu dihancurkan, dirujak, difitnah, dijelek-jelekin segala rupa. Karena perilaku dari orang-orang yang mengatasnamakannya dan mereka menggunakannya untuk mendapatkan uang, untuk akses terhadap kekuasaan dan sebagainya. Miris. Saya ingin berjuang dan saya ingin mendapatkan makna dari perjuangan itu, tapi justru malah ee di fitnah ini itu gitu ya. Ee ya gitu ajaalah. Terima kasih karena sudah menyimak dan mendengarkan mimpi saya yang mind blowing itu. Terima kasih karena sudah menyimak. Saya guru gembul. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.
Komentar :
Sesungguhnya manusia itu dilihat dari niatnya.








