Rabu, 31 Desember 2025

Ulama atau umala?

 Assalamualaikum BR. Selamat datang kembali di Guru Gembul Channel. Saya tuh mengalami mimpi yang cukup aneh kemarin lalu itu baraya dan mimpi itu benar-benar bikin saya kesal sampai bahkan setelah saya menjalani hari-hari berjaga itu tetap bikin kesal kalau saya ngingat mimpi itu. Jadi mimpinya kayak gimana? Ya, kurang lebihnya begini baraya. Ee satu waktu saya diundang oleh sebuah ormas keislaman terbesar di Jerman di Nurenberg ee untuk menjadi seorang moderator di sana. moderator dalam sebuah seminar yang membincangkan masalah-masalah keislaman kekinian gitu ya. Nah, tapi sudah saya sampai di sana dan saya bersiap-siap, tiba-tiba panitia menghubungi saya, "Pak, maaf ya, Bapak enggak jadi loh, kenapa enggak jadi? Saya kan sudah datang capek-capek, jauh-jauh datang ke sini, sudah meluangkan banyak waktu ke sini. Kenapa dibatalkan?" Iya, maaf karena ada banyak penolakan dari pihak-pihak kelompok di sini di ormas ini. Khususnya karena Bapak itu sering mengkritik ormas. Oh, ya. Kenapa sih enggak mau kenapa anti kritik banget gitu? Saya pikir ya. Alasannya sih alasan kelise tapi okelah saya pikir tuh ya kesal tapi okelah. Tapi yang lebih mengherankannya lagi itu adalah bahwa Pak sebenarnya alasan lainnya itu adalah karena panitia berkehendak agar moderatornya itu adalah perempuan yang cantik. Saya kaget langsung di sini tuh kan ini tuh seminar dan seminarnya itu seminar ormas keagamaan Islam dan yang menghadirinya, yang jadi pembicaranya itu kan justru adalah para kiai, para ulama, para habib ya, orang-orang para dai yang semacam itu. Kenapa milih moderator yang cantik? Iya, Pak. Soalnya di kami itu kan kalau ngedengerin seminar itu kan pasti sepat gitu, ngantuk gitu, lemas gitu. Malas sama kejadian-kejadian kayak gitu. Jadi harus ada ya pemanis-pemanis gitulah ya, Pak. Jadi di layar itu kelihatan enak, di panggung itu kelihatan enak. Saya itu kesal banget pada waktu itu, Mbaya. Jadi saya mengkritik ormas itu ya di antaranya adalah karena tindakan-tindakan yang amoral, tindakan-tindakan yang kurang baik dan sebagainya. Dan ini di sini justru malah dibuktikan bahwa saya digantikan oleh pihak lain, tapi harus yang cantik biar tidak sepat matanya karena seminar itu membosankan dan bikin tidur. Dan memang benar si ormas yang dimaksud itu yang di Nurberg Jerman itu emang itu memang gitu. Jadi kalau menyangkut masalah keislaman, menyangkut masalah keilmuan, menyangkut masalah seminar yang mencerahkan dan sebagainya, mereka itu ngantuk. Mereka itu tidak peduli, mereka itu tidur. Tapi bagian ngurusin tambang. ngurusin jabatan, rebutan kekayaan itu mereka expose secara terbuka. Bahkan mereka itu rela sampai gontok-gontokan di dalam organisasinya. Sampai organisasinya pecah, ketuanya ribut satu sama lain itu demi apa? Demi ngurusin tambang, rebutin tambang, gitu. Sekali lagi ya, soal bagian-bagian yang mencerahkan, bagian keilmuan dan sebagainya. Mereka ngaku sepat, mereka ngaku tidak berminat dalam hal itu. Tapi bagian duit, bagian cewek itu ya ampun. Makanya termasuk kemarin itu kan ada kejadian di Belanda beray tahu ya, di Belanda itu kan ada sebuah dam besar namanya Oster Dam kalau enggak salah. Nah, dam itu tuh kan kemarin kita tahu bocor, jebol gitu ya dan itu menyebabkan banyak orang yang meninggal dunia, kemudian banyak orang yang mengungsi, kemudian infrastruktur di sana juga rusak parah sampai kerugiannya itu luar bias lah. Dan itu menjadi sebuah bencana yang dipublikasikan dan diketahui sama banyak orang sampai influencer datang ke sana, pejabat-pejabat juga datang ke sana gitu ya. Bahkan di Belanda itu ee pangerannya atau siapanya itu juga ikut datang meninjau ee korban dan lain sebagainya. Nah, tapi ormas ini yang paling besar di Jerman ini, ini warganya, warga ormasnya juga pengin ngebantu. Kan Jerman sama Belanda tuh tetanggaan gitu. Dan mereka tuh punya hubungan kebudayaan yang mirip gitu. Pada datang ke sana tapi pimpinan-pimpinannya ogah, enggak mau ngapa-ngapain. Karena apa? Karena sibuk ngurusin perdebatan tambang sampai mereka pecah belah dan akhirnya mereka tuh kubu-kubuan dalam situasi yang ekstrem gitu. gitu. Jadi ya masalah yang kemanusiaan, masalah yang agama beneran mereka tidak peduli. Jadi agama tuh hanya dijadikan tameng aja. Aslinya di sana tuh bobrok banget. Bahkan ini di Nurenberg Jerman itu kan ormas itu tuh kan ada salah satu petinggi dari ormas itu tuh yang menjadi menteri di Belanda. Nah walaupun jadi menteri di Belanda tapi dia itu menteri apa gitu ya pokoknya mah yang berhubungan dengan rakyat gitu. Si menteri itu tuh datang paling terlambat ke lokasi kejadian. Alasannya apa? Alasannya ternyata mind blowing bukan hanya ngurusin tambang, tapi karena dia itu ketahuan atau terduga korupsi 33 miliar kalau dirupiahkan ya 33 miliar. Kemudian uang itu bagaimana caranya supaya cepat habis dan sebagian bisa dipertanggungjawabkan adalah dia seks party dan dia itu udah dikenal di kelompoknya itu tukang seks party bahwa cewek. Nah, karena dia seks party kemudian ketahuan sama ya lawannya kan lagi pecah gitu ya si ormasnya itu lagi pecah gitu. Nah, ketahuan sama lawannya kemudian si lawannya itu ngomong saya minta 2 miliar untuk tutup mulut begitu. [tertawa] Nah, jadi dia datang terlambat itu karena ngurusin aduh ini ternyata banyak masalah di organisasi banyak masalah pribadinya juga diserang dan sebagainya. Ya, tapi itu mah cuman gosip. Saya kan enggak bisa mengakses informasi yang sebenarnya di sana. Sekarang saya dapatnya cuma dari panitia aja ngobrol. Karena ee saya tuh ya walaupun katanya itu ee ditolak sama banyak pihak di ormas itu, saya tuh dekat sama pimpinan-pimpinan tertingginya dan mereka tuh minta agar memang ormas di Nurenberg ini tuh harus ada kritik dari luar agar mereka itu berbenah gitu. Karena kan kalau kita mencintai organisasi, kita mencintai manusia, kita mencintai kelompok, kita mencintai em golongan kita, kita tuh harus melakukan introspeksi dan melakukan kritik internal maupun eksternal kepada mereka agar mereka tuh kembali ke jalan yang benar dan selalu ada di trek yang lurus, kan begitu. Nah, ee tapi ya jadi aduh ini ada bencana yang luar biasa. Kematian melibatkan banyak orang. Dia yang menjadi menteri malah terlambat datang gara-gara masalah-masalah pribadi yang berhubungan dengan skandal. Tapi kenapa bisa seperti itu sih? Kan baraya, saya yakin baraya yang nonton aja jengkel gitu ya. Nah, kenapa bisa seperti itu ya? Alasan sederhananya tuh gini baraya karena e ormas di Jerman itu tuh ngajarin kepada semuanya. Mereka tuh bikin lembaga pendidikan, bikin sistem pendidikan, bikin yang semacam itu. Nah, bikin tapi sistem pendidikannya itu bukan mencerdaskan tapi membodohkan. Jadi pelajarannya itu orang tidak boleh kritis, tapi hanya harus menghafal pengalaman pengetahuan, perkataan orang lain. Menghafal gitu ya. Kemudian bertanya itu sesuatu yang agak janggal di sana apalagi mengkritik gitu. Jadi harus ngikutin semua kata-kata yang ada di atasnya. Jadi walaupun yang di atasnya itu kacau, luar biasa, tidak bermoral dan sebagainya, tapi semua murid-muridnya itu akan patuh. Dan ketika kita kritik itu hujatan caci maki dan boikot itu pasti akan dilakukan. Diboikot kitanya tuh bakal diboikot bar ya. Ee jadi ini besar sekali dan kenapa bisa seperti itu ya karena si ormas ini tuh melibatkan uang yang sangat besar, melibatkan jaringan kekuasaan yang sangat kuat dan jaringan kekuasaan yang sangat kuat itu sangat ketergantungan sama ormas ini gitu. Jadi ee kenapa si orang-orang di bawahnya itu dibuat tetap tidak kritis? dibuat tidak skeptis karena satu ini adalah untuk ee kepentingan pemilu. Jadi pemilu itu mereka tuh bisa diarahkan karena mereka kan biasanya saya tidak tahu pilihan mana yang benar tapi ngikut aja pada orang patron kita gitu ya. Nah, jadi memang desainnya dibuat seperti itu biar bisa dijual dalam pemilu, dijual dalam Pilkada, kemudian dikadalin yang seperti itu. Kemudian ee digunakan untuk melayani organisasi itu atau melayani lembaga itu gitu ya. atau melayani orang-orangnya. Nanti di ini diiming-imingi surga. Nanti kalau kamu melayani dengan baik, nanti kamu dapat berkah. Hidup kamu nanti akan ee selamat di dunia dan akhirat gitu ya. Kurang lebihnya seperti itu. Kemudian tujuan berikutnya itu adalah untuk melindungi kepentingan-kepentingan pemerintah. Jadi kalau pemerintah punya lahan tambang gitu ya, kemudian lahan kedelai, lahan toge dan sebagainya dan itu merusak lingkungan dan sebagainya. mereka itu akan disimpan di hadapan masyarakat, di depan rakyat untuk membentengi pemerintah dari kritik. Jadi mereka akan menyebut wah ini wasabi lingkungan dan sebagainya mereka itu akan dibuat yang seperti itu gitu ya. Kemudian untuk bancakan kepentingan yang jauh lebih besar lagi gitu. Jadi misalkan kayak kemarin lah ya kan ee mereka itu terkena kasus skandal haji ya di Jerman itu. Di Jerman juga kan banyak haji gitu kayak mesil gitu kan haji ya. Nah, [tertawa] ee di Jerman itu ada skandal haji, ternyata mereka itu korupsi. Nah, walaupun ketahuan korupsi, tetapi polisi dan para penegak hukum di sana itu tidak segera mengambil tindakan. Kenapa seperti itu? Karena ada lobi besar ini. Siapa yang mau dikorbanin? Kan udah ketahuan korupsi dan korupsi itu melibatkan banyak orang termasuk pimpinannya perdana menteri Jerman itu tuh dapat. Jadi korupsi itu disetorkan kepada pemerintah pusat yang tinggi-tingginya itu sekitar 1 sampai 2 triliun. disetorin. Nah, karena ini melibatkan banyak sekali pihak, jadi harus ada satu tersangka untuk mendiamkan masyarakat dan aktivis. Tapi si tersangka itu tuh tidak boleh cuap-cuap ke mana-mana. Harus mengaku bahwa yang korupsi itu saya sendiri, gitu. Nah, jadi lagi milih, lagi lobi, tapi siapa? Nah, sampai sekarang itu belum ketahuan siapanya gitu. Jadi, em biarkan nanti satu dikorbankan. Nah, setelah satu dikorbankan, nanti orang yang mengaku sebagai koruptor dan lain-lain itu nanti akan divonis kemudian dipenjara. Tapi setelah dipenjara dia ya akan dibebaskan saja gitu ya. Ini mah hanya untuk meredam opini publik saja begitu ceritanya. Tapi sampai sekarang si tentang siapa yang mau dikorbankannya masih bingung gitu. Makanya setiap menjadi ketua dari ormas itu tuh itu tuh pasti melibatkan perdana menteri, pasti melibatkan pemerintah. Jadi bukan dipilih oleh anggota, bukan dipilih oleh rakyatnya, tapi biasanya dipilih dan direstui sama presidennya. Karena apa? Karena ini menyangkut jumlah uang yang lebih besar dan jumlah skandal yang jauh lebih besar daripada itu semua, gitu. Makanya itulah alasan bahkan ketika ada di negara tetangga itu banjir yang sangat besar, banjir bandang karena benteng jebol itu ya mereka sekarang malah sibuknya itu persiapan muktamar, persiapan pemilihan ketua yang baru gitu. Karena pemeriksaan ketua yang baru itu juga berdampak pada presidennya siapa nanti gitu, kepada wakilnya presiden, kepada menteri-menterinya siapa nanti dan sebagainya itu berdampak ke situ gitu. Dan karena itulah maka mereka juga suka disuapin gitu. Jadi ada pesantren langsung dikasih 125 M gitu dari duit negara. Jadi pesantrennya milik pribadi tapi untuk negara dikasih ke sana gitu. Atau misalkan ada kejadian yang lain itu ee ketuanya yang sekarang sedang bersengketa itu itu punya pesantren. Tapi pesantrennya itu enggak elit. Pesantrennya itu enggak terkenal. Pesantrennya itu enggak punya riwayat masa lalu. Itu tuh cuman rintisan dan santrinya juga cuman 30 40 orang. Enggak sampai 100 orang, tapi bangunannya, megahnya luar biasa. Rumah dari orang itu yang ketuanya itu, itu sampai ada lift-nya gitu saking tajir melintirnya gitu. Padahal orang-orang di bawahnya, rakyatnya, anggota-anggotanya itu dibuat miskin dan dimiskinkan, dibuat bodoh dan dibodohkan. Yait untuk transaksi jual beli aja. Tapi ya itu kalau kita kritik misalkan e jangan sampailah berani mengkritik itu baraya. karena ee banyak orang berani mengkritik pemerintah Jerman, banyak orang berani mengkritik pemerintah di Nurenberg, banyak orang berani mengkritik dan menghujat para oligarki dan mafia di sana. Tapi kalau berhadapan dengan ini enggak ada yang berani. Asli enggak ada yang berani. Karena wah itu hantamannya sangat luar biasa. Baraya. Kalau kalau saya masih berani tapi ya cuman sendirian aja enggak berani karena dihujat juga siapa juga yang berani berhadapan dengan itu gitu. Tapi ya untungnya itu di dalam mimpi saya dan kejadiannya di Nurenberg Jerman gitu ya. Ee cuman ya itulah yang bikin saya kesal. Maksud saya saya adalah seorang muslim gitu. Saya tuh beragama Islam. Saya tuh mencintai agama saya gitu. Tapi agama saya itu dihancurkan, dirujak, difitnah, dijelek-jelekin segala rupa. Karena perilaku dari orang-orang yang mengatasnamakannya dan mereka menggunakannya untuk mendapatkan uang, untuk akses terhadap kekuasaan dan sebagainya. Miris. Saya ingin berjuang dan saya ingin mendapatkan makna dari perjuangan itu, tapi justru malah ee di fitnah ini itu gitu ya. Ee ya gitu ajaalah. Terima kasih karena sudah menyimak dan mendengarkan mimpi saya yang mind blowing itu. Terima kasih karena sudah menyimak. Saya guru gembul. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.

Komentar : 

Sesungguhnya manusia itu dilihat dari niatnya. 

Mengkoreksi guru gembul

 Tulisan guru gembul 👇

Assalamualaikum B. Selamat datang kembali di Guru Gembul Channel. Jangan potong video ini dengan tujuan yang buruk ya. Saya ingin mewartakan sesuatu yang sangat ironi dan mungkin paradoks di negeri ini. Jadi baraya tentu saja mengetahui ada sebuah narasi besar di Indonesia bahwa kalau kita mau selamat dunia dan akhirat maka dekatlah dengan para ulama. Semakin dekat kita dengan ulama semakin dekat kita masuk surga. Semakin jauh dari para ulama maka semakin tersesatlah kita. Kita akan jadi orang yang sesat, kita akan jadi orang yang zalim, kita akan jadi orang yang terpinggirkan dalam agama kalau kita jauh dari ulama. Begitu kan? Saya pikir itu adalah sebuah narasi yang umum diterima oleh masyarakat kita. Tapi apakah baraya sadar bahwa di dunia nyata hal yang terjadi itu justru adalah hal yang sebaliknya. Semakin baraya dekat dengan ulama, maka semakin besar potensi baraya akan tersesat. Dan semakin jauh baraya dari ulama, maka semakin besar kesempatan baraya untuk lepas dari jalur ketersesatan. Kok bisa seperti itu? Saya jelaskan argumentasinya begini, Baraya. Kalau baraya adalah orang yang sangat baik, baraya suka menyantuni fakir miskin. Baraya juara Olimpiade Sence, baraya menjadi penemu dan memberikan kontribusi positif buat para petani, buat para pengusaha. Pokoknya baraya itu adalah orang yang baik, santun, sabar, baik hati, tidak pernah kena skandal dan sebagainya. Dan baraya adalah orang yang sangat dekat dengan Ustaz Khalid Basalamah misalkan ya. Maka baraya tetap akan dituding sesat. Betapapun kebaikan Baraya kayak gimana, Baraya akan dituding sesat. Karena apa? Karena musuh-musuh Ustaz Khalid Basalamah itu banyak dan mereka menuding Ustaz Khalid Basalamah dan siapapun yang dekat dengannya itu pasti adalah orang sesat. Begitu kan? Sebaliknya, baraya adalah orang ahli maksiat. Baraya tukang judi, baraya tukang zina, baraya mabuk-mabukan. Tapi baraya tidak akan disebut sesat kalau baraya tidak berafiliasi dengan kelompok tertentu. Misalkan, misal ini mah misal ya Pak Bahlil misal ini mah bukan menuduh, tapi misalkan misalkan Pak Bahlil itu adalah orang yang suka zina, orang yang suka mabuk, orang yang suka ee cabul misalkan begitu. Dia tidak akan ditudih sesat. Tidak akan kalau dia tidak berafiliasi atau tidak menegaskan identitas kelompok dengan agama tertentu atau dengan kelompok agama tertentu gitu kan. Coba ada artis-artis yang berzina, yang kumpul kebo, yang tukang fitnah, yang tukang ngejelekin orang, enggak pernah mereka dituding sesat dan menyesatkan. Yang dituding sesat dan menyesatkan itu adalah orang apa? Orang yang baik tapi dekat dengan ulama. orang yang baik tapi dekat dengan ee Ustaz Adi Hidayat itu bisa kena framing. Wah, ini mah orangnya gini gini gini gini. Nah, karena Ustaz Adi Hidayat sendiri kan ya memang kontroversial. Makanya coba silakan cek ya. Saya sebutkan beberapa daftar ulama atau dai yang terkemuka di Indonesia. Saya sebutkan ya Ustaz Abdul Somad. Nah, itu ada yang menudingnya sesat karena tidak pakai jenggot. Kemudian Ustaz Adi Hidayat itu sesat karena mentolelir adanya musik. Kemudian eh Habib Jafar dianggap sesat karena apa? Karena orang Syiah laknatullah alaih. Kemudian Aagim itu dianggap sesat karena mengajarkan sufisme yang ngacau. Kemudian ada Ustaz Khalid Basalamah sesat karena dia Wahabi. Kemudian Ustaz Felixo itu sesat karena dia HTI. Kemudian Gus Baha itu sesat karena dia mencampurkan antara sufi yang aneh-aneh dengan feodalisme Jawa. Kemudian Buya Syakur itu juga sesat karena dia liberal. Quraisyi hab itu sesat karena anak-anaknya tidak berhijab dan lain sebagainya. Nah, tudingan-tudingan sesat itu justru adalah tudingan kepada para ulama, pada orang-orang yang dekat dengan agama. Baraya cek e konten-konten YouTube itu ya yang banyak itu yang yang ngaku ustaz, yang ngaku santri, yang ngaku ah banyak sekali di Indonesia. Nah, isinya itu bukan ajakan untuk ngajak melakukan hal yang baik, bukan. Bukan untuk menjauhi kemaksiatan. bukan. Tapi nah kelompok itulah yang sesat dan menyesatkan. Orang ini telah kafir, orang ini dan sebagainya. Om Salafi tahu apa? Wah, yang nganu mah selalu seperti ini dan sebagainya. Jadi mereka itu bukan fokus pada kemaksiatan, bukan fokus pada kebajikan, bukan fokus pada nilai-nilai agama, tapi penafsiran kelompok mereka pada agama. Jadi benar dan salah bukan terkait dengan kemaksiatan, bukan terkait pada dosa, tapi terkait pada pemikiran seseorang. Baraya orang Syiah bisa diusir dari kampung halamannya walaupun baraya sama sekali tidak melakukan tindakan jahat. Tapi kalau baraya maling besi di Madura itu baraya masih ditolelir sama masyarakat gitu. Nah, kenapa bisa kenapa bisa seperti itu? Kenapa ada fenomena aneh yang seperti itu? Ya, karena sudah sering saya paparkan bahwa orang-orang di seluruh dunia Islam khususnya di Indonesia sekarang mereka tuh punya penyakit asobiah. Penyakit ini adalah penyakit yang paling dibenci dan salah satu dosa paling besar dalam ruang lingkup Islam yaitu fanatik golongan. Mereka marah karena golongan. Mereka berbakti karena golongan bukan karena agama. Bukan karena nilai-nilai kebajikan, bukan karena nilai-nilai moral. Seperti yang dijelaskan kemarin-kemarin itu ketika ada korupsi haji semuanya diam-diam saja karena korupsi. Ketika ada aksi terorisme semuanya diam-diam saja karena apa? Karena terorisme. Ketika ada pencabulan, ada penyimpangan seksual, semuanya bungkam, semuanya diam. Tapi bagian kelompoknya di tuding itu marahnya bisa sampai menggeruduk instansi media yang sangat besar. Semua kemaksiatan tolelir. Tapi kalau pemikirannya berbeda dengan kelompoknya, itu kriminal yang bahkan bisa mendorong seseorang melakukan pembunuhan, fitnah, persekusi kepada pihak yang dianggap menjadi lawannya. Coba beraya ingat-ingat kasus Gus Dur. Gus Dur itu pernah dituding sesat dan menyesatkan. Apakah gara-gara beliau korupsi? Bukan. Apakah gara-gara beliau cabul? Bukan. Bukan itu. Tapi gara-gara apa? Gara-gara pemikirannya dianggap liberal. Dia buta matanya, dia buta hatinya, dan dia sesat dan menyesatkan. Bukan karena tindakan kriminal, tapi gara-gara dia itu pemikirannya berbeda. Coba Baraya cek, misalkan ada Ustaz Firanda gitu ya yang suka dakwah ya gitulah. Kenapa dia dianggap sesat dan menyesatkan dalam agama? Apakah dia pernah tersandung kasus korupsi? Tidak. Apakah dia pernah mencabuli santrinya juga tidak. Apakah dia pernah malakin orang juga tidak. Nah, tapi dia dianggap sesat, menyesatkan dan berbahaya itu karena pemikirannya berbeda dengan kelompok. Begitu Baraya cek mau Gus Baha, mau Ustaz Felixiao dan para pengikutnya itu lebih berpotensi dituding sesat daripada ahli maksiat yang sesungguhnya. Inilah yang melatari alasan kenapa semakin religius sebuah negara, semakin susah dia untuk maju. Semakin religius sebuah negara semakin besar angka korupsinya. Semakin besar angka kriminalitasnya. Semakin besar pelecehan terhadap kemanusiaannya. Di Indonesia, di Timur Tengah katanya Islamnya sangat kuat, tetapi apa? Korupsinya meraja lela. di Amerika Selatan, Amerika Latin itu Katoliknya kuat sekali. Tapi apa yang terjadi di sana? Kartel narkobanya gila-gilaan. Ya, karena apa? Karena agamawan-agama sekarang itu fokus untuk mengomentari pemikiran orang lain, menghakimi pemikiran orang lain, tapi bukan menghakimi perbuatannya. Baraya punya pemikiran aja. punya pemikiran itu dihakimi sama orang lain. Emang apa sih hak dia untuk menghakimi pemikiran kita gitu? Coba apa? Kan cuman pemikiran, cuman berpikir, tapi mereka itu langsung menghakimi ini gini, ini gini, ini gini, ini masuk neraka, ini masuk surga, ini dan sebagainya tanpa ada kaitan dengan kriminalitas tertentu. Ustaz Quraisyhab atau Kiai Quraisyhab gitu misalkan atau Habib Quraisy Hab gitu, dia mengajarkan perdamaian, dia mengajarkan kebaikan hanya gara-gara pemikirannya menganggap bahwa hijab itu tidak wajib, langsung diboikot. hati-hati, jangan ikut pengajian itu karena dia anaknya aja enggak pakai hijab apalagi. Kan itu soal penafsiran dia terhadap teks-teks kitab suci dan dia sama sekali tidak melakukan kejahatan. Nah, inilah yang membuat kita tuh jauh dari agama kita sendiri. Karena justru semakin kita dekat dengan agama semakin dituding sesat. Makanya pada akhirnya pada akhirnya solusinya ya solusinya solusi saya itu dianggap sesat padahal ini sesuai dengan Quran dan sunah. Kalau ada perdebatan di antara baraya semua, di antara kaum muslimin semuanya, maka yang harus dilakukan itu adalah apa? Kembali kepada Quran dan sunah. Sesimpel itu. Tapi perkataan saya ini pun akan dituding macam-macam bahwa itu adalah perkataan yang sesat dan sebagainya. Karena apa? Ya walaupun ngikutin Quran dan sunah, tapi kalau pemikirannya seperti itu enggak sesuai dengan golongan mereka, sesat. Maka pemikiran Quran dan sunah itu harus sesuai dengan tafsiran kami. Nah, kalau gitu baru benar. Coba cek baraya baca Quran dan sunah. itu baraya bisa dianggap nanti tersesat karena ini Al-Qur'an dan sunah kan susah dimengerti. Baraya tidak tersesat kalau sesuai dengan pemikiran mereka gitu. Coba kita misalkan kembali ke dalam Quran dan sunah ya. Apa sih sebenarnya yang diperintahkan sama Quran dan diperintahkan sama sunah? Nih saya bacain satu-satu ya. E berbuat baik kepada orang lain. Jangan sombong dan congkak. Maafkanlah kesalahan orang lain. Ini yang di dalam Al-Qur'an ya. Ee kemudian berbicara dengan nada halus dan sopan. Kemudian rendahkan suara kamu. Jangan mengejek orang lain. Berbakti kepada orang tua. Jangan mengeluarkan kata-kata yang tidak menghormati orang tua. Jangan memasuki kamar pribadi orang tua tanpa izin. Catat hutang-hutang kamu. E jangan mengikuti orang membabi buta. Jangan taklid buta gitu ya. Kemudian berikan toleransi kepada yang berhutang kepadamu. Kemudian jangan makan riba, jangan korupsi, jangan ingkar janji. Kemudian jaga kepercayaan orang lain kepadamu. Kemudian jangan campur adukan kebenaran dengan kebohongan. Kemudian berlaku adillah kepada semua manusia dan lain sebagainya. Nah, ajaran Quran tuh begini semuanya. Jadi, baraya cek aja. Baraya silakan cek baca ya. Kalau sama mereka tuh enggak boleh kecuali lihat bimbingan dari mereka. Tapi baraya cek aja baca itu perintahnya sesederhana itu, larangannya juga sesederhana itu. Tapi justru sama kelompok-kelompok itu tuh di diabaikan mereka melakukan itu semua. Jadi misalkan mereka congkak, mereka melakukan persekusi, mereka melakukan framing, mereka melakukan fitnah, mereka kata-katanya kasar luar biasa. Tapi ngaku beragama. Sedangkan yang diajarkan di dalam Al-Qur'an sama mereka semuanya ditentang. kasus korupsi mereka pelakunya, [tertawa] pencabulan mereka pelakunya. Tapi mereka mem-framing orang lain, menghakimi orang lain hanya berdasarkan pemikirannya. Makanya coba baraya pikirkan baik-baik. Seberapa besarnya bahaya dari asabiyah ini? Dan kata-kata saya ini juga tetap akan ditentang bukan gara-gara saya melakukan tindakan kriminal, bukan. Tapi karena saya bertentangan dengan pemikiran dari golongannya. Terima kasih karena sudah menyimak. Saya guru gembul. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.

Komentar + koreksi :

1. Ashobiyah itu ada 2 pemaknaan

- ta'assub pada yang haq itu benar 

- ta'assub pada yang bathil salah

maksudnya fanatik pada kebenaran wajib. Misalnya seorang bilang hijab gak wajib maka wajib ditegur. Bukan karena benci orangnya tapi dengan tujuan nasehat. Jika tetap pada pelanggaran itu maka wajib dilakukan peringatan supaya gak melenceng. Contoh lain seperti orang ngaku muslim tapi gak sholat fardhu maka wajib dinasehatin. Kalau gak nerima ya sudah tetap pada kesabaran tetap nasehat sampai kembali ke jalan yang benar. 

2. Ikut ulama tambah sesat! nah ini tergantung ulamanya. Masalahnya gak ada perintah mutlak mengikuti ulama. Perintah mutlak hanya taat kepada Allah , Rasulnya dan ulil amri. Ulil amri adalah khalifah dan pemimpin yang diberi tanggung jawab mengurusi umat. Adapun ulama fungsi mereka terbatas pada penyebaran ilmu, tajdid masyarakat (ishlah) dan dakwah. Ulama gak punya banyak alat seperti penguasa. Taat pada ulil amri sendiri sebatas pada hal yang makruf bukan hal yang munkar karena ulil amri tidak maksum. Jika ada ulama yang amburadul berarti ada yang salah dalam niat sejak awal. 

3. Guru gembul perlu tahu bahwa kita tidak bisa lepas dari peran ulama. Para ulama punya peran. Nah apakah mereka teladan? belum tentu. 

Hadits Nabi diciptakan dari cahaya adalah dusta

 Hadits palsu yang masih tersebar dan menjadi aqidah padahal haditsnya dusta dan palsu. Nabi Muhammad Alaihi sholatu wasalam diciptakan dari tanah sama kayak Nabi Adam alaihi salam dan sama dengan kita. Bedanya kedudukan beliau lebih tinggi karena mendapatkan wahyu dari Allah serta mendapatkan kekhususan. 

Adapun aqidah nur nabi itu buatan kelompok bathiniyah majusi. Buat apa? supaya nanti orang yakin bahwa keturunannya Fatimah itu spesial dan gak boleh dihukum walau berbuat salah. 

Kyai imad dkk vs Habaib dkk - identitas versus identitas

 Masalah nasab belum berakhir karena bukan masalah nasab itu sendiri tapi penggunaan nasab buat mendapatkan kepentingan populis dan agamais

Islamis dan nasionalisme negara



Banyak kalangan Islamis telah berubah menjadi alat perusak identitas nasional, karena keyakinan mereka bahwa identitas nasional itulah yang menghalangi terwujudnya “negara–umat” yang menyatukan kaum Muslimin dalam satu negara.

Pola pikir yang menyerupai metafisika ini mengabaikan fakta bahwa kaum Muslimin tidak pernah benar-benar menjadi satu negara kecuali pada masa Khulafaur Rasyidin dan Dinasti Umayyah saja.
Alasannya sederhana: Islam pada masa itu masih hampir terbatas pada satu kelompok etnis, yaitu bangsa Arab. Bahkan kaum Muslim non-Arab pun sebagian besar telah terarabkan secara budaya dan sosial (mungkin dengan pengecualian suku-suku Berber yang mulai memisahkan diri dari negara sejak akhir masa Umayyah setelah menganut mazhab-mazhab Khawarij).

Tak lama kemudian, negara itu terpecah dan terbagi menjadi banyak kerajaan kecil, dan umat Islam kehilangan persatuan politiknya. Besar kemungkinan keadaan ini akan terus berlanjut hingga akhir zaman.

Menghancurkan entitas-entitas nasional tidak akan melahirkan persatuan Islam besar sebagaimana yang mereka bayangkan—karena ketidaktahuan mereka terhadap cara kerja masyarakat dan negara—melainkan justru akan mengubah setiap kota, desa, dan suku menjadi negara kecil yang tertutup, saling bermusuhan dengan lingkungannya, dan saling berebut sumber daya.
Siapa yang tidak percaya, silakan melihat Somalia dan Libya.

Ini bukan pemikiran pesimistis, melainkan realitas. Mentalitas kedaerahan yang terkurung di balik tembok kota lama, dan mentalitas kesukuan yang tertutup dalam lingkaran suku, masih sangat kuat dan dominan, jauh melebihi apa yang dibayangkan oleh mereka.
Justru gagasan nasional lah yang mampu melampaui kerangka-kerangka tertutup tersebut.

Gagasan Islam semata tidaklah cukup jika tidak dibingkai dalam kerangka nasional atau kebangsaan.
Sebab, ikatan yang menyatukan orang Damaskus dengan Aleppo dan suku-suku wilayah timur dengan kadar yang sama seperti ikatan mereka dengan orang Indonesia, Kazakhstan, atau Niger, tidak layak menjadi ikatan politik yang dapat melahirkan entitas berdaulat.

(Dikutip)



Saat syiah menjajah negara islam



Pernahkah kamu membayangkan terbangun pada abad ke-4 atau ke-5 Hijriah, lalu mendapati bahwa hampir seluruh dunia Islam telah berada di bawah panji-panji kekuasaan Syiah?

Periode ini oleh para sejarawan dikenal sebagai “Abad Syiah”, sebuah fase sejarah yang aneh dan langka, di mana kekuasaan politik Sunni hampir lenyap dari jantung dunia Islam!

📜 Pemandangannya benar-benar mengejutkan:
Jika kamu melihat peta Timur Tengah pada masa itu, kamu akan mendapati bahwa seluruh “jantung” wilayah Islam berdenyut di bawah kekuasaan Syiah, sementara kaum Sunni terdesak hingga ke ujung-ujung terjauh, terjepit di antara dua rahang penjepit:

1️⃣ Di Mesir, Maghrib, dan Afrika Utara:
Berdiri megah Dinasti Fatimiyah (Syiah Ismailiyah), dengan kekuatan yang menjulang tinggi.

2️⃣ Di Irak dan Iran:
Dinasti Buwaihiyah (Syiah Dua Belas Imam dari Persia) menguasai segalanya, bahkan mereka masuk ke Baghdad dan mengendalikan istana khilafah.

3️⃣ Di Syam dan Jazirah Eufrat:
Berdiri emirat-emirat Arab Badui yang memeluk Syiah dan menguasai Mosul, Aleppo, dan Palestina
(seperti Hamdanid, Mirdasid, Bani Uqail, dan keluarga Al-Jarrah).

4️⃣ Di Bahrain dan wilayah timur Jazirah Arab:
Muncul kaum Qaramithah (Syiah Bathiniyah) yang memutus jalur haji dan bahkan mencuri Hajar Aswad!

Sementara itu Yaman, Hijaz, dan Najd berada di bawah kekuasaan Syiah Zaidiyah.

😲 Ironi paling aneh:
Khalifah Abbasiyah (Sunni) kala itu hanyalah seorang “pegawai” di bawah para sultan Buwaihiyah yang Syiah!
Mereka mengangkat dan memberhentikannya sesuka hati, dan ia tidak memiliki kekuasaan apa pun selain nama dan doa.

🏳️ Lalu, ke mana perginya kaum Sunni?
(Sebagai “penjaga wilayah pinggiran”)
Tidak tersisa bagi kekuasaan Sunni yang merdeka kecuali wilayah-wilayah pinggiran yang sangat jauh:

  • Di ujung timur:
    Dinasti Ghaznawiyah (di Afghanistan dan India), bermazhab Hanafi dan berhaluan Salafi.

  • Di ujung barat:
    Bani Umayyah di Andalusia, bermazhab Maliki dan berhaluan Salafi.

🔄 Bagaimana keadaan ini bisa berbalik?
Peta ini tidak berubah kecuali setelah munculnya kekuatan baru dan mengejutkan dari timur: Bangsa Seljuk.
Suku-suku Turki Sunni yang militan ini bergerak seperti badai, menghancurkan Buwaihiyah di Baghdad, menumbangkan emirat-emirat Arab Syiah di Syam, dan menggambar ulang peta kekuasaan.

Mereka pun membuka jalan bagi Dinasti Zanki, lalu Shalahuddin Al-Ayyubi, yang akhirnya menyelamatkan Mesir dan Yaman dari pengaruh Syiah.


Tragedi fakh dan kesalahan politik bani hasyim

 **Tragedi Perang Fakh (Yawm Fakhkh)** adalah salah satu peristiwa paling tragis bagi kaum **Alawiyyin** (keturunan Ali bin Abi Thalib melalui jalur Hasan bin Ali) setelah Karbala. Peristiwa ini terjadi pada tanggal **8 Dzulhijjah 169 H** / **11 Juni 786 M** di Wadi Fakhkh (sekitar 4 km sebelah barat laut Mekkah).


### Latar Belakang Peristiwa

Setelah **Bani Abbas** berhasil menggulingkan **Bani Umayyah** pada tahun 132 H/750 M dengan mengatasnamakan "membela keluarga Nabi" (Al Muhammad), ternyata mereka tidak memberikan kekuasaan kepada keturunan Ali (Alawiyyin/Hasanids & Husainids), melainkan menguasainya sendiri sebagai keturunan Abbas (paman Nabi).


Hal ini menimbulkan kekecewaan besar di kalangan **Alawiyyin** dan pendukung mereka (terutama Syiah awal & Zaidiyyah). Beberapa pemberontakan besar sebelumnya sudah gagal, yang paling terkenal:


- Pemberontakan **Muhammad an-Nafs az-Zakiyyah** (keturunan Hasan) di Madinah tahun 145 H → dihancurkan habis-habisan oleh pasukan Abbasiyah

- Setelah itu, tekanan terhadap keluarga Alawiyyin semakin berat di bawah Khalifah **al-Mahdi** dan terutama **al-Hadi** (memerintah 785–786 M)


Pada masa **al-Hadi**, kebijakan represif terhadap Alawiyyin semakin keras:

- Pemotongan jatah/nafkah yang sebelumnya diberikan

- Pengawasan ketat & pemaksaan lapor diri setiap malam

- Penangkapan & pembunuhan terhadap beberapa tokoh Alawiyyin


Kondisi ini memicu kemarahan dan akhirnya pemberontakan.


### Kronologi Perang Fakh

- Pemimpin pemberontakan: **al-Husain bin Ali bin al-Hasan** (cucu Muhammad an-Nafs az-Zakiyyah, dikenal sebagai **"Shahid Fakh"** atau **"Martir Fakh"**)

- Dimulai di **Madinah** akhir Mei 786 M → mereka berhasil menguasai kota sementara, membebaskan tahanan Alawiyyin, dan memenjarakan agen-agen Abbasiyah

- Kemudian bergerak ke **Mekkah** dengan sekitar 300 orang pengikut

- Penduduk Mekkah menolak membuka pintu kota → terpaksa berkemah di luar

- Pasukan Abbasiyah (sekitar 4.000 orang) yang sebagian besar terdiri dari pengawal para pangeran Abbasiyah yang sedang haji, dipimpin oleh beberapa pangeran + **Muhammad bin Sulaiman** + komandan Khurasan **Mu'adz bin Muslim**

- Pertempuran sengit terjadi di **Wadi Fakhkh** pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

- Hasil: **Kekalahan total** pihak Alawiyyin


**Korban**:

- al-Husain bin Ali + lebih dari 100–300 pengikutnya tewas (mayatnya dibiarkan tergeletak 3 hari)

- Banyak yang ditangkap → dieksekusi di Mekkah & Baghdad (termasuk saudara & anak dari Muhammad an-Nafs az-Zakiyyah)

- Beberapa lolos, termasuk **Idris bin Abdillah** yang melarikan diri ke Maroko & mendirikan **Dinasti Idrisiyyah** (negara Islam pertama di Maroko)


Wadi Fakhkh kemudian dikenal sebagai **"asy-Syuhada"** (Lembah Para Syuhada), dan menjadi tempat ziarah penting kedua setelah Karbala dalam tradisi Syiah.


### Kesalahan Politik Utama Bani Alawi (Alawiyyin) di Hijaz


| No | Kesalahan Politik | Penjelasan |

|----|-------------------|------------|

| 1 | **Terlalu bergantung pada dukungan massa spontan** | Mereka berharap penduduk Hijaz akan bangkit besar-besaran seperti masa Nafs az-Zakiyyah, tapi dukungan justru sangat terbatas |

| 2 | **Waktu pemberontakan kurang tepat** | Melakukan pemberontakan saat musim haji → banyak pangeran Abbasiyah + pasukan bersenjata sudah berkumpul di Mekkah, sehingga musuh sangat siap & kuat |

| 3 | **Kekurangan persiapan militer & logistik** | Hanya sekitar 300 orang vs ribuan pasukan Abbasiyah yang terlatih + didukung pasukan Khurasan |

| 4 | **Kurangnya koordinasi antar cabang Alawiyyin** | Ada persaingan antara garis Hasanid & Husainid. Beberapa tokoh Alawiyyin malah menolak bergabung karena meragukan keberhasilan |

| 5 | **Strategi militer lemah** | Setelah gagal masuk Mekkah, mereka tidak segera bubar atau mundur, malah bertahan lalu terjebak di Fakhkh yang sangat tidak menguntungkan |

| 6 | **Underestimate kemampuan Abbasiyah** | Abbasiyah saat itu sudah berhasil memecah belah dukungan Alawiyyin di berbagai wilayah + punya intelijen yang kuat |


**Kesimpulan singkat**:  

Perang Fakh merupakan **tragedi kedua terbesar** bagi Alawiyyin setelah Karbala (dari segi jumlah syuhada keturunan Ali). Ia menunjukkan bahwa meski memiliki legitimasi nasab yang sangat kuat di mata banyak umat, **Alawiyyin di Hijaz pada abad ke-2 H sudah sangat lemah secara politik dan militer** dibandingkan kekuatan Abbasiyah yang terpusat, kaya sumber daya, dan sangat represif terhadap mereka.


Tragedi ini juga mempercepat **penyebaran Alawiyyin** ke wilayah pinggiran dunia Islam (Maghrib, Yaman, Iran utara, dll) karena semakin tidak aman tinggal di Hijaz.

Abu Mujrim Alkhurosani

 **Abu Muslim al-Khurasani** (nama asli Abdurrahman bin Muslim, w. 755 M / 137 H) adalah panglima militer Persia yang sangat berperan dalam **Revolusi Abbasiyah** yang menumbangkan Daulah Umayyah dan mendirikan Daulah Abbasiyah. Namun, dalam catatan sejarah Islam (terutama dari sumber seperti Al-Tabari, Syaikh Muhammad Al-Khudari, dan sejarawan modern), **ia juga dikaitkan dengan tindakan kekerasan dan pembunuhan massal** yang sangat kejam, terutama selama masa revolusi dan penguasaan Khurasan.


Berikut adalah **kejahatan / tindakan kekejaman** utama yang dikaitkan dengannya berdasarkan riwayat sejarah (catatan ini bersifat kontroversial dan bergantung pada sumber, karena sejarah Abbasiyah sering dipengaruhi propaganda pemenang):


### 1. Pembunuhan Massal dan Penumpahan Darah Berlebihan di Khurasan

- Ia menerapkan **kebijakan "Bunuhlah setiap orang yang Anda curigai"** (pesan yang sering dikaitkan dengannya selama memerintah Khurasan sebagai gubernur).

- Menurut **Syaikh Muhammad Al-Khudari** (dalam bukunya *Ad-Daulah Al-Abbasiyyah*) dan riwayat yang dikutip banyak sejarawan (termasuk Tabari), **korban tewas akibat perintah pembunuhan, penahanan, dan eksekusi** di bawah komandonya mencapai **lebih dari 600.000 jiwa** (termasuk orang Arab, non-Arab, pendukung Umayyah, dan siapa saja yang dicurigai menentang revolusi Abbasiyah).

- Tindakan ini dilakukan dengan alasan **mengamankan kekuasaan** dan mencegah pemberontakan balik, tetapi dianggap **berlebihan, sewenang-wenang**, dan jauh dari ajaran Islam yang menekankan keadilan.


### 2. Pembunuhan Tokoh-Tokoh Pendukung Abbasiyah Sendiri (Pengkhianatan Internal)

- Setelah revolusi berhasil, Abu Muslim dituduh membunuh beberapa tokoh penting Abbasiyah yang menjadi saingan atau potensi ancaman, seperti:

  - **Abu Salama al-Khallal** (tokoh da'i utama Abbasiyah).

  - **Sulaiman bin Katsir** dan tokoh-tokoh lain yang terlibat dalam propaganda awal revolusi.

- Hal ini dilakukan untuk **menghilangkan saingan potensial** dan memusatkan kekuasaan di tangannya, meskipun mereka adalah sekutu dalam revolusi.


### 3. Kekerasan Selama Revolusi dan Penaklukan

- Dalam proses revolusi Abbasiyah (747–750 M), pasukannya melakukan **pembantaian terhadap pendukung Umayyah** di berbagai wilayah, terutama di Khurasan dan saat menyerbu Damaskus.

- Meskipun revolusi itu sendiri melibatkan kekerasan besar-besaran (termasuk pembantaian keluarga Umayyah oleh Abdullah bin Ali), **Abu Muslim** sebagai panglima utama di lapangan sering dikaitkan dengan **metode paling brutal** untuk memastikan kemenangan.


### Catatan Penting

- **Mayoritas sumber sejarah** (terutama yang pro-Abbasiyah) mengakui peran heroiknya dalam mendirikan Daulah Abbasiyah, tetapi juga **mengkritik kekejamannya** sebagai "lebih buruk daripada Al-Hajjaj" (seperti yang disebutkan Abdullah bin Mubarak dalam riwayat Baihaqi).

- Ironisnya, **Abu Muslim sendiri akhirnya dibunuh secara sadis** oleh Khalifah **Abu Ja'far Al-Mansur** (khalifah Abbasiyah kedua) pada 755 M karena dicurigai menjadi ancaman kekuasaan (dibunuh di istana, dimutilasi, dan jasadnya dibuang ke Sungai Tigris).

- Angka **600.000 korban** ini disebutkan dalam beberapa sumber klasik dan modern (seperti Al-Khudari), tetapi **tidak semua sejarawan** menerimanya secara mutlak karena sifat hiperbolis riwayat zaman itu. Namun, konsensusnya adalah bahwa **pemerintahan dan revolusi di bawahnya ditandai dengan kekerasan ekstrem** untuk mempertahankan kekuasaan.


Kesimpulan: Abu Muslim al-Khurasani adalah **pahlawan revolusi** bagi sebagian (terutama di Khurasan/Persia), tetapi juga **dikenal sebagai sosok kejam** yang bertanggung jawab atas **pembunuhan massal** dan tindakan represif yang sangat besar selama masa revolusi dan pemerintahannya di Khurasan. Wallahu a'lam bish-shawab.

Syubhat tukang memecah belah umat islam

 Syubhat yang sering muncul yaitu: “Kalau kamu menjelaskan bahwa perpecahan umat Islam disebabkan oleh **bid’ah** dan cerita-cerita **halu/berlebihan** (misalnya karomah yang dilebih-lebihkan, ghuluw kepada wali, dll), maka kamu dituduh sebagai **tukang pecah belah** umat” — ini adalah syubhat klasik yang sudah dibantah oleh para ulama sejak berabad-abad lalu.


Berikut penjelasan secara **fakta sejarah** dan **pernyataan ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah** (terutama dari kalangan yang diakui lintas madzhab):


### 1. Hadits Mutawatir tentang Perpecahan Umat

Rasulullah ﷺ sudah memprediksi dan memperingatkan hal ini secara jelas dalam hadits yang **mutawatir** (diriwayatkan oleh puluhan sahabat):


> «افترقت اليهود على إحدى وسبعين فرقة، وافترقت النصارى على اثنتين وسبعين فرقة، وستفترق أمتي على ثلاث وسبعين فرقة، كلها في النار إلا واحدة» قالوا: من هي يا رسول الله؟ قال: «من كان على مثل ما أنا عليه وأصحابي»  

> “Orang Yahudi berpecah menjadi 71 golongan, Nasrani 72 golongan, dan umatku akan berpecah menjadi **73 golongan**, semuanya di neraka kecuali satu.” Para sahabat bertanya: “Siapa yang satu itu?” Beliau menjawab: “Yang berada di atas apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya.”  

> (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan lainnya; dinilai hasan-shahih oleh mayoritas ulama)


**Penjelasan ulama** tentang golongan yang selamat (al-firqah an-najiyah):

- **Imam Asy-Syathibi** (w. 790 H): Golongan yang selamat adalah yang berpegang teguh pada **Al-Qur’an, Sunnah, dan manhaj Salaf** tanpa tambahan bid’ah yang menyimpang.

- **Ibnu Taimiyah** (w. 728 H): Perpecahan terjadi karena **bid’ah** dan **fanatisme golongan** (hizbiyyah), bukan karena mengikuti kebenaran.

- **Syaikhul Islam** juga menegaskan: Ahlus Sunnah adalah yang mengikuti Sunnah dan menjauhi bid’ah, bukan yang menciptakan jamaah baru berdasarkan syakhshiyyat (tokoh tertentu) atau amalan baru yang tidak ada dasarnya.


### 2. Bid’ah adalah Sebab Utama Perpecahan Menurut Ulama

Mayoritas ulama Ahlus Sunnah sepakat bahwa **bid’ah** (terutama bid’ah dalam agama yang dianggap ibadah tanpa dasar) adalah **penyebab utama** perpecahan umat sepanjang sejarah:


- **Ibnu Taimiyah** (Majmu’ Fatawa): “Perpecahan umat yang menimpa para ulama, masyayikh, dan umara adalah karena **bid’ah** dan **fanatisme** kepada pendapat atau tokoh tertentu.”

- **Imam Asy-Syafi’i** (w. 204 H) — yang dikutip Ibnu Taimiyah: Bid’ah ada dua: bid’ah dhalalah (sesat) yang menyalahi Al-Qur’an, Sunnah, ijma’, dan atsar salaf → ini yang menjadi sumber perpecahan.

- **Syaikh Abdullah al-Ubailan** (ulama kontemporer): “Sebab utama perpecahan adalah **sikap sektarian** (bergolong-golongan pada kelompok atau sosok tertentu selain Rasulullah dan sahabat), serta **bid’ah** yang menyelisihi aqidah sahihah.”

- **Imam Nawawi** dan **Al-Ghazali** juga mengakui bahaya bid’ah dalam aqidah dan ibadah, meski mereka lebih longgar dalam bid’ah ‘adiyyah (kebiasaan duniawi).


**Fakta sejarah**:

- Khawarij → muncul karena bid’ah takfir berlebihan → memecah umat di zaman Ali bin Abi Thalib.

- Mu’tazilah & Syi’ah Rafidhah → bid’ah dalam aqidah (penolakan qadar, ghuluw kepada Ahlul Bait) → menyebabkan perpecahan besar.

- Di masa modern: berbagai kelompok yang mengagungkan karomah tertentu secara berlebihan (ghuluw), mengklaim wali bisa menentang syariat, atau memaksakan cerita karomah yang lemah → sering memicu perpecahan karena ada yang memaksa “harus percaya kalau tidak fasiq/kafir”.


### 3. Menjelaskan Bahaya Bid’ah Bukan Tukang Pecah Belah, Justru Menjaga Persatuan

Para ulama justru **memerintahkan** untuk menjelaskan bahaya bid’ah demi menjaga **persatuan di atas kebenaran** (bukan persatuan di atas kebatilan):


- **Ibnu Taimiyah** tegas menulis puluhan kitab membantah bid’ah dan ghuluw, tapi beliau tetap dikenal sebagai pembela persatuan umat di atas Sunnah.

- **Syaikhul Islam** berkata: “Menasehati dengan cara bijak dan kembali ke Al-Kitab & Sunnah adalah jalan persatuan. Siapa yang menolak nasehat ini justru yang memecah belah.”

- **Ulama salaf** seperti Imam Ahmad bin Hanbal, ketika membantah bid’ah mihnah (penciptaan Al-Qur’an), beliau difitnah sebagai “tukang rusak” tapi tetap teguh karena itu demi menjaga aqidah umat.


**Kesimpulan ringkas**:


| Tuduhan | Realita menurut Ahlus Sunnah | Dalil/Ulama pendukung |

|------------------|-------------------------------------------------------|------------------------------------------------|

| Menjelaskan bahaya bid’ah & cerita halu = tukang pecah belah | **Salah** — justru **menjaga persatuan** di atas Sunnah | Hadits 73 golongan, Ibnu Taimiyah, Asy-Syathibi |

| Diam terhadap bid’ah demi “persatuan” | **Salah** — ini persatuan palsu yang membiarkan kesesatan | Firman Allah: “Dan janganlah kamu berpecah belah” (QS. Ali Imran:103) tapi setelah “berpegang teguh pada tali Allah” |

| Yang memecah belah sebenarnya | Orang yang **menciptakan bid’ah** lalu memaksakan pengikutannya | Ibnu Taimiyah: “Bid’ah dan hizbiyyah adalah akar perpecahan” |


Jadi, kalau ada yang menuduhmu “tukang pecah belah” hanya karena menjelaskan bahaya **bid’ah**, **ghuluw** kepada wali/karomah, atau cerita halu yang tidak terverifikasi, maka ingatkan saja:  

**Yang memecah belah adalah yang mempertuhankan bid’ah dan cerita halu, bukan yang mengajak kembali ke Al-Qur’an dan Sunnah dengan cara hikmah.**


Wallahu a’lam. Semoga Allah menjaga hati kita dari fitnah perpecahan dan ghuluw.

Harus membedakan karomah dan istidraj

 Berikut penjelasan ringkas dan jelas mengenai **karomah**, **mukjizat**, dan **istidraj** menurut pandangan mayoritas ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah (terutama dari kalangan Asy'ariyah, Maturidiyah, dan Sufi yang sejalan dengan sunnah):


### 1. Mukjizat (Mu'jizat)

- **Pengertian**: Kejadian luar biasa (khawariqul 'adah) yang diberikan **khusus kepada para Nabi dan Rasul** sebagai bukti kenabian mereka, untuk melemahkan musuh-musuhnya dan meyakinkan umat bahwa mereka benar-benar utusan Allah.

- **Ciri khas**:

  - Disertai tantangan (tahaddi) kepada orang kafir untuk menandinginya (misalnya Al-Qur'an).

  - Tidak bisa ditiru sama sekali.

  - Terjadi pada orang yang ma'shum (terjaga dari dosa besar).

- **Contoh**: Nabi Musa membelah laut, Nabi Isa menghidupkan orang mati, Nabi Muhammad SAW dengan Al-Qur'an dan Isra Mi'raj.

- **Hukum iman kepadanya**: **Wajib** bagi setiap muslim. Barangsiapa mengingkari mukjizat para nabi, maka imannya bermasalah.


### 2. Karomah (Karamah / Keramat)

- **Pengertian**: Kejadian luar biasa yang diberikan Allah **kepada wali-Nya** (hamba yang sangat taat, shaleh, dan dekat dengan Allah) sebagai bentuk kemuliaan dan pertolongan, **bukan** sebagai bukti kenabian.

- **Ciri khas**:

  - Tidak disertai tantangan seperti mukjizat.

  - Biasanya tidak dipamerkan (para wali justru sering menyembunyikannya karena takut ujub/riya').

  - Terjadi pada orang yang taat kepada syariat (bukan orang fasik).

  - Bukan tujuan utama, melainkan "bonus" dari ketaatan.

- **Contoh klasik**: Sayyidina Umar bin Khattab bisa "melihat" pasukan dari jauh, Maryam mendapat rezeki tanpa sebab lahiriah (meski beliau bukan nabi), atau kisah-kisah para wali seperti Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani.

- **Hukum iman kepadanya**:

  - **Membenarkan adanya karomah para wali** → sunnah / bagian dari akidah Ahlus Sunnah (mayoritas ulama sepakat, kecuali Mu'tazilah yang mengingkari).

  - **Percaya kepada karomah orang tertentu** → **tidak wajib**, boleh percaya boleh tidak, tergantung keyakinan dan bukti yang kuat. Tidak ada kewajiban mutlak untuk mempercayai setiap cerita karomah yang beredar.


### 3. Istidraj

- **Pengertian**: Kejadian luar biasa atau kesaktian yang diberikan Allah **kepada orang fasik, durhaka, atau yang jauh dari-Nya**, sebagai bentuk **istidraj** (penangguhan azab + pemberian kenikmatan sementara agar semakin sombong dan semakin jauh dari Allah).

- **Ciri khas**:

  - Orangnya biasanya suka pamer, membanggakan diri, menyalahi syariat, atau bahkan mengajak pada kemaksiatan.

  - Bisa berupa kemampuan gaib, kesaktian, atau keberhasilan duniawi yang membuatnya semakin lalai.

  - Akhirnya menjadi kehinaan di akhirat.

- **Contoh**: Dukun atau orang fasik yang bisa menyembuhkan/melihat hal gaib tapi tetap berbuat maksiat besar, atau orang kaya yang semakin sombong karena keberhasilannya.

- **Hukum**: **Bukan karomah**, melainkan **ujian dan istidraj**. Orang yang mengalaminya justru semakin dekat dengan azab Allah jika tidak bertaubat.


### Ringkasan Perbandingan


| Istilah | Diberikan kepada | Tujuan utama | Disertai tantangan? | Orangnya taat syariat? | Hukum iman kepadanya |

|---------------|----------------------|---------------------------------------|---------------------|------------------------|------------------------------------|

| **Mukjizat** | Nabi & Rasul | Bukti kenabian, melemahkan musuh | Ya | Ya (ma'shum) | **Wajib** percaya |

| **Karomah** | Wali Allah (shaleh) | Kemuliaan & pertolongan pribadi | Tidak | Ya | Boleh percaya, tidak wajib |

| **Istidraj** | Orang fasik/durhaka | Penangguhan azab + ujian kesombongan | Tidak | Tidak | Diwaspadai, bukan keistimewaan |


### Mengenai Memaksakan Percaya Cerita Karomah Orang Tertentu

Islam **tidak membenarkan memaksa orang lain** untuk percaya kepada karomah seseorang (meskipun orang itu memang wali shaleh sekalipun).  

- Keyakinan kepada karomah bersifat **fardhu kifayah** (cukup sebagian umat yang membenarkan adanya secara umum), bukan fardhu 'ain (wajib bagi setiap individu untuk percaya cerita tertentu).

- Memaksa orang lain percaya, apalagi sampai mengafirkan atau memfasikkan orang yang tidak percaya → **tidak dibenarkan** dan bisa jatuh kepada sikap **berlebih-lebihan** (ghuluw) atau bahkan **menyesatkan**.

- Para ulama besar seperti Imam Al-Ghazali, Ibnu Taimiyah, hingga ulama kontemporer menegaskan:  

  → Yang paling utama adalah **shalihnya akhlak & ketaatan** seseorang, bukan karomahnya.  

  → Banyak karomah yang **tidak bisa diverifikasi** secara pasti, sehingga boleh **diterima dengan baik sangka** atau **ditahan** (tidak mempercayai sekaligus tidak menolak mentah-mentah) selama tidak bertentangan dengan syariat.

  → Jika seseorang memaksa "harus percaya cerita karomah si fulan, kalau tidak berarti fasiq/kafir", maka **dialah yang keliru** dan mendekati sikap ghuluw.


Kesimpulan singkat:  

Percayalah bahwa **karomah para wali itu ada** (sunnah), tapi **jangan memaksa orang lain** untuk mempercayai setiap cerita karomah yang beredar. Yang wajib adalah taat kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan menjadi "fans berat" karomah seseorang. Karena karomah terbesar seorang hamba adalah **taufik untuk tetap istiqamah** dalam ketaatan, bukan kemampuan terbang atau berjalan di atas air.


Semoga bermanfaat dan menjernihkan hati. Wallahu a'lam.

OPEN JASA IKLAN DIBLOG

DIBUKA KESEMPATAN IKLAN BAGI YANG PUNYA PRODUK PROMOSI & JASA. DENGAN SYARAT SEBAGAI BERIKUT:
1. IKLAN KHUSUS MUSLIM 
2. IKLAN YANG DIJUAL HALAL TIDAK MENGANDUNG MAKANAN HARAM SEPERTI BABI, ANJING DAN YANG DIHARAMKAN SYARIAT ISLAM. ATAU MINUMAN KHAMER DILARANG. 
3. IKLAN TIDAK MENAMPILKAN FOTO WANITA YANG BUKA AURAT. 
4. IKLAN TIDAK MENGANDUNG UNSUR PENIUAN, JUDI, GHARAR DAN HAL YANG MELANGGAR NORMA. 

Ijma' para sahabat dan taabiin lebih kuat dari ijma' para ulama setelah mereka

 Tidak boleh sembarangan klaim 'ijma' diera sekarang jika di era para salaf terjadi perselisihan soal suatu perkara atau hukum. 

Ijma para sahabat adalah hujjah

 Ijma para sahabat tentang pembaiatan Mu'awiyah dan Yazid sebagai khalifah adalah hujjah. Sedangkan Abdullah bin Zubair dan Husain bin Ali tidak punya hujjah kuat menyelisihi. Mereka ijtihad 2 orang tidak bisa dijadikan hujjah. Adapun pernyataan bahwa Mu'awiyah menyelisihi ahlul syuro jawabannya ahlul syuro sudah banyak yang meninggal. Dan ahlul shuro seperti Abdullah bin Umar justru membaiat Yazid sebagai waliyul ahd. Sistem waliyul Ahad juga bagus karena jika khalifah lama mati dimedan perang atau sakit maka urusan politik bisa diurus sama walyul ahad tersebut. Gak ada yang bilang ini bid'ah atau menyelisihi khalifah rasyidin. Justru sesuai dengan maslahat umat islam. 

Iran akan bebas dari syiah

 Demo di iran jelas akibat krisis ekonomi iran

Ritual tiup trompet paganisme di malam tahun baru 2026

 **Ya, tradisi meniup terompet (atau horn/noisemaker) pada malam tahun baru memang memiliki akar yang sangat kuno dan sering dikaitkan dengan elemen **pagan** (kepercayaan pra-Kristen/non-Abrahamik).**  


Ini bukan sekadar kebiasaan modern untuk bikin rame, tapi berasal dari kepercayaan purba bahwa **suara keras** (terompet, tanduk, lonceng, petasan, atau pukulan panci) bisa **mengusir roh jahat, setan, atau energi negatif** dari tahun lama, sekaligus membuka jalan bagi keberuntungan dan awal baru yang baik.


### Asal-usul Utama Tradisi Ini

Tradisi suara keras di pergantian tahun sudah ada sejak ribuan tahun lalu di berbagai peradaban pagan:


- **Zaman Babilonia kuno** (sekitar 4000 tahun lalu): Perayaan Akitu (tahun baru mereka di musim semi) melibatkan ritual besar untuk mengalahkan kekacauan dan merayakan kemenangan dewa. Suara keras digunakan sebagai bagian dari upacara simbolis.

- **Romawi pagan** (sebelum Kristen dominan): Perayaan tahun baru dihormati Dewa Janus (awal Januari) sering disertai pesta, suara riuh, dan elemen magis untuk mengusir roh jahat. Gereja awal bahkan sempat melarang perayaan 1 Januari karena dianggap terlalu pagan.

- **Tradisi Celtic & Eropa Utara kuno**: Bunyi keras (lonceng gereja, tanduk, atau alat musik) diyakini mengusir roh jahat saat transisi musim/tahun. Ini mirip dengan kepercayaan di Cina kuno (petasan untuk usir Nian, monster tahun lama).


Dari akar pagan ini, tradisi menyebar ke Eropa Abad Pertengahan, lalu dibawa imigran (terutama Jerman) ke Amerika, dan menjadi global lewat budaya pop.


### Kaitan dengan Tradisi Yahudi (Rosh Hashanah)

Banyak sumber modern (terutama di Indonesia) menyebut tradisi terompet tahun baru "berasal dari Yahudi" karena **Rosh Hashanah** (Tahun Baru Yahudi) disebut juga **Yom Teruah** = "Hari Tiupan Terompet". Umat Yahudi meniup **shofar** (tanduk domba jantan) sebagai panggilan pertobatan, peringatan hari penghakiman, dan simbol penobatan Tuhan.


Beberapa orang mengaitkan terompet kertas/plastik tahun baru dengan shofar, tapi sebenarnya **beda konteks**:

- Shofar → ritual suci, spiritual, dan wajib (bukan untuk hiburan semata).

- Terompet tahun baru modern → lebih ke arah pagan/Eropa sekuler: hiburan, kegembiraan, dan (awalnya) mengusir roh jahat.


Beberapa ulama Islam memandang meniup terompet tahun baru sebagai **tasyabbuh** (menyerupai non-Muslim), terutama jika dikaitkan dengan ritual Yahudi atau pagan, sehingga dianggap makruh atau haram jika berlebihan.


### Perbandingan Singkat


| Aspek | Tradisi Pagan/Eropa Kuno | Tradisi Yahudi (Shofar) | Tradisi Tahun Baru Modern |

|------------------------|-----------------------------------|--------------------------------------|--------------------------------------|

| Tujuan utama | Usir roh jahat, bawa keberuntungan | Panggilan pertobatan, ingat Tuhan | Hiburan, kegembiraan, simbol awal baru |

| Alat | Tanduk, lonceng, suara keras | Shofar (tanduk domba) | Terompet kertas/plastik, klakson |

| Konteks | Ritual musiman/pesta dewa | Hari suci (Rosh Hashanah) | Sekuler/global, pesta malam |

| Akar | Pagan (Babilonia, Romawi, Celtic) | Kitab Suci (Imamat 23:24) | Campuran pagan + pengaruh Yahudi/Eropa |


Jadi, secara historis, **ya — meniup terompet malam tahun baru punya akar pagan yang kuat**, meski sekarang sudah jadi tradisi sekuler murni hiburan di kebanyakan tempat. Bagi yang merayakan, ini lebih sebagai cara bersenang-senang dan simbol harapan baru — mirip seperti Janus yang dua wajah: melihat ke belakang (tahun lama) sambil menyambut depan (tahun baru).  



Kesyirikan dari perayaan malam tahun baru 2026

 **Dewa Janus** dalam mitologi Romawi memiliki **tugas dan peran yang sangat luas**, jauh lebih dari sekadar "dewa pintu". Ia adalah salah satu dewa tertua dan paling unik di Romawi (tidak diadopsi dari Yunani), sering disebut sebagai **"dewa para dewa"** (diuom deo) karena ia selalu dipanggil **pertama** dalam segala doa dan pengorbanan.


Berikut adalah tugas utama dan domain kekuasaannya:


- **Penguasa segala permulaan dan akhir** (beginnings & endings)  

  Setiap awal (hari, bulan, tahun, perjalanan, pernikahan, kelahiran, usaha baru) dan setiap akhir berada di bawah pengawasannya.


- **Penjaga pintu, gerbang, ambang batas, dan transisi** (gates, doorways, passages, transitions)  

  Nama "Janus" sendiri berasal dari kata Latin *ianua* = pintu. Ia melindungi segala macam **threshold** (ambang batas) baik fisik maupun simbolis.


- **Penguasa waktu, dualitas, dan perubahan**  

  Dengan **dua wajah** (satu menghadap ke belakang = masa lalu, satu ke depan = masa depan), ia melambangkan refleksi atas apa yang telah terjadi sekaligus pandangan ke depan.


- **Penguasa perang dan damai**  

  Gerbang suci **Ianus Geminus** (kuil Janus di Forum Romanum) dibuka saat perang (untuk mengizinkan pasukan keluar) dan **ditutup** saat damai penuh — hal yang sangat jarang terjadi sepanjang sejarah Romawi.


- **Pelindung perjalanan, perdagangan, dan pelayaran**  

  Ia terkait dengan Portunus (dewa pelabuhan) dan melindungi segala bentuk pergerakan serta pertukaran.


- **Peran dalam ritual dan pengorbanan**  

  Janus selalu mendapat persembahan **pertama** (anggur, dupa, kue jelai) sebelum dewa lain, bahkan sebelum Jupiter, karena ia adalah "pintu gerbang" menuju para dewa lainnya.


Berikut beberapa representasi klasik Dewa Janus yang menunjukkan wajah gandanya — simbol utama dualitas dan tugasnya sebagai pengamat masa lalu & masa depan:<grok:render card_id="3c8fb2" card_type="image_card" type="render_searched_image">

<argument name="image_id">6</argument>

<argument name="size">"LARGE"</argument>

</grok:render><grok:render card_id="b629be" card_type="image_card" type="render_searched_image">

<argument name="image_id">7</argument>

<argument name="size">"LARGE"</argument>

</grok:render><grok:render card_id="b49220" card_type="image_card" type="render_searched_image">

<argument name="image_id">10</argument>

<argument name="size">"LARGE"</argument>

</grok:render>


Dan ini rekonstruksi/ilustrasi gerbang suci **Ianus Geminus** yang menjadi simbol perang-damai di Romawi kuno:<grok:render card_id="0171dd" card_type="image_card" type="render_searched_image">

<argument name="image_id">0</argument>

<argument name="size">"LARGE"</argument>

</grok:render>


Juga sering muncul di koin Romawi kuno (simbol kekuasaan dan identitas Romawi):<grok:render card_id="3773d1" card_type="image_card" type="render_searched_image">

<argument name="image_id">3</argument>

<argument name="size">"LARGE"</argument>

</grok:render>


Singkatnya, tugas utama Janus adalah **mengawasi dan melindungi segala bentuk transisi** dalam kehidupan manusia — dari yang kecil (membuka pintu rumah) hingga yang besar (pergantian tahun, perang ke damai, bahkan awal dunia). Itulah mengapa bulan Januari dinamai darinya: bulan penuh harapan baru sambil merefleksikan masa lalu. 🌿🗝️

RITUAL PAGANISME MALAM TAHUN BARU ATAUAWAL TAHUN BARU 2026

 **Ritual awal tahun baru di Romawi kuno sangat erat kaitannya dengan Dewa Janus**, dewa yang menjadi asal nama bulan Januari (Ianuarius).


Janus adalah dewa unik dalam mitologi Romawi (bukan diadopsi dari Yunani), digambarkan memiliki **dua wajah** (kadang empat): satu menghadap ke belakang (melambangkan masa lalu & refleksi) dan satu menghadap ke depan (melambangkan masa depan & harapan). Ia adalah dewa segala **permulaan**, **transisi**, **pintu gerbang**, **ambang batas**, serta awal dan akhir segala sesuatu — termasuk pergantian tahun.


Pada tahun 46 SM, Julius Caesar mereformasi kalender (Kalender Julian) dan secara resmi menetapkan **1 Januari** sebagai awal tahun baru, menggantikan tradisi lama yang dimulai dari Maret. Pemilihan tanggal ini sengaja untuk menghormati Janus sebagai "penjaga pintu waktu" dan simbol transisi dari tahun lama ke tahun baru.


### Ritual Awal Tahun Baru Romawi untuk Dewa Janus


Orang Romawi merayakan **Kalends of January** (1 Januari) dengan berbagai ritual yang hampir seluruhnya ditujukan kepada Janus. Berikut adalah ritual-ritual utama yang dilakukan:


- **Persembahan dan doa kepada Janus**  

  Para konsul baru (pejabat tinggi) memberikan doa khusus kepada Janus. Imam-imam mempersembahkan **kue jelai tradisional** (disebut *ianual*) dicampur garam, serta anggur dan dupa. Janus selalu diutamakan dalam segala doa dan pengorbanan karena ia dianggap sebagai "pintu" menuju dewa-dewa lain.


- **Pertukaran hadiah** (strenae)  

  Orang Romawi saling memberi hadiah simbolis berupa **kurma, buah ara, madu**, dan kadang koin. Hadiah-hadiah manis ini dipercaya membawa **tahun yang manis dan penuh kemakmuran**. Ini juga menjadi cara mempererat hubungan sosial dan politik.


- **Pesta, perjamuan, dan suasana positif**  

  Hari itu diisi dengan pesta besar, prosesi, permainan, dan kegembiraan. Orang-orang berusaha menghindari kemalasan karena dipercaya bisa membawa sial sepanjang tahun.


- **Refleksi dan auguri**  

  Karena sifat dua wajah Janus, orang Romawi menggunakan momen ini untuk merefleksikan masa lalu sekaligus berharap dan berdoa untuk masa depan yang baik. Awal segala sesuatu (termasuk tahun baru) dianggap sebagai pertanda (omen) untuk seluruh periode berikutnya.


Kuasa Janus juga terkait dengan **Ianua Geminus** (gerbang ganda Janus di Forum Romanum) yang dibuka saat perang dan ditutup saat damai — simbol transisi damai-perang yang paralel dengan transisi tahun.


Tradisi ini menjadi akar dari banyak kebiasaan tahun baru modern seperti resolusi, harapan baru, pesta malam tahun baru, dan bahkan filosofi "melihat ke belakang & ke depan". Meski ritual penyembahan dewa sudah hilang, esensi simbolis Janus masih terasa kuat hingga sekarang di bulan Januari dan perayaan pergantian tahun.


menyambut tahun baru dengan semangat refleksi dan harapan — seperti yang diajarkan Janus ribuan tahun lalu! Naudzubillah minal kufur

Aqidah asy'ari sunni bukan ahlul kalam apalagi filsafat

 Aqidah Abulhasan Alasy'ari adalah sesuai kelompok hanabilah mazhab hanbali. Adapun asyairoh yang sekarang ini mereka jauh dari toriqot para pendahulunya. 

Tokoh dusta dalam sejarah hadramaut

 Tokoh-Tokoh Fiktif yang Disebutkan dalam Sejarah Hadramaut

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya ﷺ. Selanjutnya:
Karena sejarah Hadramaut mengalami banyak masalah dan kekurangan informasi yang sangat besar akibat hilangnya sumber-sumber sejarah dan lenyapnya referensi, maka hilangnya sumber-sumber ini memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang berniat buruk dari kalangan orientalis dan murid-murid mereka untuk menciptakan sejarah palsu dan khayalan bagi mereka. Mereka membuat cerita-cerita fiktif dan tokoh-tokoh yang tidak memiliki eksistensi nyata dalam realitas Hadramaut. Karena apa yang mereka sebutkan bukanlah sejarah yang benar, maka mereka terjatuh ke dalam kontradiksi-kontradiksi yang tidak dapat dihindari oleh para penulis sejarah khayalan yang palsu ini.
Maksud dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan sebagian tokoh yang disebutkan dan beredar di beberapa kitab sejarah Hadramaut, padahal mereka tidak memiliki eksistensi nyata di Hadramaut. Bisa jadi tokoh tersebut sama sekali tidak ada, atau memang ada tetapi di luar Hadramaut, lalu pihak-pihak yang berniat buruk yang berbicara atas nama sejarah memasukkannya dengan tujuan tertentu. Di antara tujuan tersebut adalah karena hilangnya sumber sejarah yang menciptakan kekosongan besar, maka datanglah orang-orang yang berniat buruk ini untuk mengisi kekosongan tersebut dengan tokoh-tokoh fiktif. Hal ini membawa dampak negatif yang sangat besar bagi Hadramaut dan sekitarnya, karena menyebabkan lenyapnya fakta sejarah yang benar dan menggantinya dengan khayalan-khayalan ini. Mari kita mulai menyebutkan sebagian tokoh yang ingin kita tunjukkan.

Makam Nabi Hud (yang diklaim)
Yang terkenal dengan ziarah tahunan yang bersifat syirik, bid’ah, dan penuh khurafat. Ini berdasarkan anggapan bahwa Nabi Hud عليه السلام hidup, wafat, dan dimakamkan di tempat itu. Namun tidak ada dalil sama sekali dari Kitab Allah, Sunnah yang shahih, maupun perkataan para salaf yang terpercaya. Klaim bahwa tempat makam itu adalah Al-Ahqaf hanyalah pendapat tanpa bukti. Di zaman kita, ditemukan di Oman bekas-bekas rumah yang dikatakan milik kaum ‘Ad, dan Oman termasuk dalam wilayah Al-Ahqaf. Ada yang mengatakan makam Hud di Makkah, ada pula yang mengatakan di Syam. Ini menunjukkan bahwa klaim Nabi Hud hidup dan dimakamkan di Hadramaut hanyalah khurafat tanpa dasar.
Syaikh Al-Mu’allim berkata: “Kami dengan tegas menolak adanya bukti bahwa makam itu benar-benar ada di tempat tersebut, sebagaimana telah ditegaskan sebelumnya oleh sejumlah sejarawan.”
(Lihat: Al-Quburiyyah, hlm. 386)
Ziarah ke makam yang diklaim ini termasuk sebab terbesar rusaknya ajaran Islam dan dakwah tauhid yang dibawa Nabi ﷺ sepanjang hidupnya, serta mengganti agama yang benar dengan agama khurafat dan akidah yang rusak. Kolonial Inggris Kristen, pada masa pendudukan di Arab Selatan,
 mendukung dan mendorong ziarah ini melalui agen-agen mereka hingga hari ini. 

Makam Nabi Shaleh عليه السلام
Sejarawan Saleh Al-Hamid Ba‘Alawi berkata: “Di Hadramaut ada makam Nabi Shaleh yang terkenal dan diziarahi, terletak di lembah ‘Usnab’ di Wadi Sar. Saya sendiri pernah mengunjunginya dua kali bersama guru kami Al-‘Allamah Muhammad bin Hadi As-Saqqaf…” Ia menyebutkan bahwa perhatian besar terhadap makam ini mulai muncul pada abad ke-13 dan 14 Hijriah, terutama oleh Sayyid Umar Saqqaf Ash-Shafi. Ini menunjukkan bahwa orang itulah yang mungkin pertama kali “memperlihatkan” makam tersebut.
(Lihat: Al-Quburiyyah, hlm. 387-388)
Tidak ada bukti bahwa Nabi Shaleh pernah hidup di Hadramaut. Ini hanyalah kebohongan untuk menyesatkan manusia.

Hanzhalah bin Shafwan
Dikatakan sebagai nabi yang diutus ke Hadramaut. Padahal Ar-Razi menyebutkan makamnya di Sana’a, dan yang benar, Hanzhalah sama sekali bukan nabi.
(Lihat: Al-Quburiyyah, hlm. 390)
Ini menunjukkan upaya kaum sufi untuk memperbanyak tempat-tempat suci yang disembah di Hadramaut, sesuai agenda kolonial Kristen yang muncul belakangan.

Hadun bin Hud
Ada makam di desa Hadun, Wadi Du‘an. Orang-orang kuburiyyah Hadramaut mengarang bahwa ia adalah nabi. Ahmad bin Hasan Al-Attas bahkan mengklaim ada 35 nabi di Hadramaut.
(Lihat: Al-Quburiyyah, hlm. 390 & 393)

‘Ubadah bin Bisyr Al-Awsi Al-Anshari رضي الله عنه
Beberapa kitab sejarah Hadramaut yang ditulis dengan pena orientalis mengklaim ia menetap, wafat, dan dimakamkan di Hadramaut serta memiliki keturunan (keluarga Al-Khatib). Padahal sejarah yang sahih (Bukhari, Ibnu Atsir, Ibnu Katsir, Adz-Dzahabi, dll.) sepakat bahwa ia syahid di Perang Yamamah melawan Musailamah Al-Kadzab dan tidak memiliki keturunan.
(Lihat kitab “Asy-Syawahid Al-Jaliyyah” karya Al-Mudz-haji dan “Tahqiq Tarikhi Waqi‘ah Al-Lask” karya Syaikh Abdullah An-Nasyiri)

Ka‘ab bin Zuhair As-Sulami (pemilik qasidah “Banat Su‘ad”)
Diklaim wafat di Hadramaut dan dimakamkan di desa Al-‘Ajlaniyyah.

70 Sahabat Badar yang dimakamkan di pemakaman Tarim
Tidak ada satu pun sumber sejarah Perang Riddah yang menyebutkan hal ini. Jarak antara medan perang (Hishn An-Najir) dan Tarim sangat jauh. Tidak ada satu pun sahabat Badar yang disebutkan terbunuh di Hadramaut kecuali Ziyad bin Labid Al-Anshari.
(Lihat risalah “Hal Dapun fi Maqbarah Tarim Sab‘una Badriyyan?” karya Abu Abdurrahman Al-Mudz-haji)

Ahmad bin ‘Isa Al-Muhajir
Tokoh ini sama sekali tidak pernah memasuki Hadramaut, bahkan tidak pernah masuk Yaman. Klaim migrasi massal keluarga Alawiyyin pada tahun 317 H tidak dikenal dalam satu pun kitab sejarah, tarajim, atau ansab yang terpercaya. Terdapat kontradiksi besar: tahun kedatangan (317, 345, 540 H?), agama (Syafi’i atau Syiah?), peran (penyebar ilmu, pejuang Ibadi, atau penyebar tasawuf?), lokasi makam (Jisyir, Al-Husaisah, tidak diketahui, atau makam berbicara sendiri?).
(Lihat: Al-Kadzib Al-Muqit fi Id-di‘a An-Nasab ila Ali Al-Bait, hlm. 16; It-haf Ar-Ratut, hlm. 58; Al-Fikr wa Al-Mujtama‘, hlm. 280)
Alexander Knysh: “Seorang peneliti boleh meragukan keberadaan sejarah Ahmad bin Isa Al-Muhajir…”

‘Ubaidullah bin Ahmad bin ‘Isa
Tidak ada dalam silsilah keturunan Ahmad bin Isa yang sah. Nama ini sengaja dipilih karena umum di keturunan Ali bin Abi Thalib agar mudah dipalsukan.

Muhammad bin Ali Ba‘Alawi (Shahib Mirbath)
Tokoh yang penuh misteri, diklaim berperan besar dalam penyebaran madzhab Syafi‘i di Dhofar dan Hadramaut, padahal usianya sangat muda (wafat 656 H) dibanding murid-muridnya yang jauh lebih tua. Alexander Knysh juga meragukan klaim ini.

Abu Madin Syu‘aib Al-Maghribi dan kisah pengangkatan Muhammad bin Ali Ba‘Alawi (Al-Faqih Al-Muqaddam) oleh utusannya Abdullah Ash-Shalih – kisah penuh khurafat, ilmu ghaib, dan ketidaksesuaian tahun (Abu Madin wafat saat Al-Faqih Muqaddam masih berusia 16 tahun).
Yusuf bin ‘Abid Al-Fasi Al-Maghribi
Kisah perjalanan dari Maroko ke Hadramaut ditulis oleh Hasan bin Ali bin Syihab (w. 1332 H) atas nama pelancong Maroko – kemudian terbongkar sebagai karangan.
Tidak ada keturunan Abu Bakar Ash-Shiddiq di Hadramaut
Klaim nasab Al-‘Amudi ke Abu Bakar berdasarkan mimpi dan tanpa bukti.

Ya‘qub bin Yusuf, nasab Al-Bawazir, Al-Ishaq, Bajasir, dll. ke Abbas, Aqil, atau lainnya – semua tanpa bukti, hanya karangan untuk merusak nasab asli suku-suku Hadramaut.
Ahmad bin Abdullah Syinbal (penulis Tarikh Syinbal)
Tokoh fiktif, buku memuat peristiwa setelah kematiannya, nama Syinbal kontradiktif, tidak ada keluarga Syinbal di Hadramaut hingga hari ini.
Muhammad bin Umar Bafaqih Asy-Syahri (penulis Tarikh Asy-Syahr)
Tokoh tak dikenal, buku memuat peristiwa yang tidak terjadi atau terjadi jauh setelah zamannya.
Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Basanjilah (penulis Al-‘Aqd Ats-Tsamin)
Nama samaran, tidak ada sumber yang mengenalnya.
Abdul Qadir bin Syaikh Al-‘Aidarus (penulis An-Nur As-Safir)
Tokoh India yang tidak pernah ke Hadramaut, terjemahan dirinya sendiri penuh kebohongan kronologis.
Jalaluddin Al-Mahalli (penulis Tafsir Jalalain)
Diklaim mengambil ilmu dari Abu Bakar bin Salim di ‘Aynat, padahal Al-Mahalli wafat tahun 864 H sedangkan Abu Bakar lahir tahun 919 H.
Ja‘far bin Khalid Al-Barmaki (menteri Harun Ar-Rasyid)
Diklaim sebagai leluhur keluarga Bawazir.
Kesimpulan
Setelah kolonialisme menguasai negeri ini pada abad-abad terakhir, kehidupan berubah total. Agen-agen kolonial diberi kekuasaan besar untuk menyebarkan syirik, memperbanyak kuburan yang disembah, memalsukan sejarah, dan mengklaim nasab serta kekeramatan yang berlebihan. Tujuan akhirnya adalah menghapus sejarah Hadramaut yang asli dan menggantinya dengan sejarah palsu yang menguntungkan musuh dan menyeret masyarakat ke jurang kesesatan.
Ditulis oleh:
Abdullah bin Shaleh bin Ali Alu Abu Thalah Asy-Syarafi
5 Muharram 1446 H / 11 Juli 2024 M

Cerita khurofat dusta sayyid ahmad arrifa'i

 Cerita tentang **tangan Nabi Muhammad ﷺ keluar dari makam** untuk dicium (atau bersalaman) oleh **Syaikh Ahmad ar-Rifā’ī** memang sering dikaitkan dengan riwayat dari **Imam Jalaluddin as-Suyuthi** dan **Syaikh Abu al-Huda ash-Shayyadi** (atau al-Khalidi ash-Shayyadi, penulis **Qiladah al-Jawahir**). Namun, **klaim ini perlu diklarifikasi secara kronologis dan historis**, karena keduanya hidup **jauh setelah** kejadian yang diklaim terjadi.


Kronologi Wafat dan Jarak Waktu
Berikut perbandingan tahun wafat (Hijriah) dari tokoh-tokoh terkait:

- Syaikh Ahmad ar-Rifā’ī(pendiri tarekat Rifa’iyyah, yang konon mengalami karamah ini): wafat tahun 578 H (1182 M).

- Imam Jalaluddin as-Suyuthi (ulama besar, hafidz, penulis ratusan kitab): lahir 849 H, wafat 911 H (1505 M). 
  → Jarak dari wafatnya ar-Rifā’ī: sekitar 333 tahun kemudian.
- Syaikh Abu al-Huda ash-Shayyadi (penulis kitab Qiladah al-Jawahir fi Manāqib al-Awliyā’, yang sering disebut sebagai sumber utama karamah ar-Rifā’ī): hidup pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 M (wafat sekitar 1900-an M, atau sekitar 1320 H lebih). 
  → Jarak dari wafatnya ar-Rifā’ī: lebih dari 700 tahun kemudian.

**Kesimpulan waktu**: 
Kedua ulama yang disebut sebagai "perawi" (as-Suyuthi dan ash-Shayyadi) **tidak pernah hidup sezaman** dengan Syaikh Ahmad ar-Rifā’ī, apalagi menjadi saksi mata atau mendengar langsung dari murid-murid terdekatnya. Mereka hanya **mengutip cerita** yang sudah beredar di kalangan pengikut tarekat, ratusan tahun setelah kejadian yang diklaim (sekitar 555 H).

Siapa yang Melihat Langsung atau Tahu Cerita Ini di Era Dekat ar-Rifā’ī?
- Tidak ada satu pun ulama atau sejarawan kontemporer (era abad ke-6 H) yang mencatat kisah ini, meskipun ar-Rifā’ī cukup terkenal di Irak dan sekitarnya.
- Kitab Tabaqat as-Subki (karya Tajuddin as-Subki, w. 771 H — masih relatif dekat, sekitar 200 tahun setelah ar-Rifā’ī) memuji ar-Rifā’ī dengan menyebutkan berbagai karamah dan kezuhudannya (misalnya memotong lengan baju agar tidak mengganggu kucing, membiarkan nyamuk menghisap darah, dll), **tapi sama sekali tidak menyebut kisah tangan Nabi keluar dari kubur.
- Kitab sejarah Madinah klasik seperti **Wafā’ al-Wafā** (karya as-Samhudī, w. 911 H) juga tidak mencatat peristiwa ini, padahal jika benar terjadi di hadapan puluhan ribu orang (seperti klaim 12.000–90.000 saksi), pasti akan menjadi berita besar dan tercatat luas.
- Klaim "mutawatir" (disaksikan massal) juga tidak benar, karena riwayatnya tetap **ahad** (tunggal) dan muncul belakangan.

### Mengapa Cerita Ini Muncul Belakangan?
Cerita ini baru **menyebar luas** setelah abad ke-8/9 H, terutama melalui manaqib (biografi sufi) yang ditulis untuk mengagungkan tokoh tarekat. Banyak ulama (termasuk dari kalangan sufi sendiri) seperti **Syaikh Abdullah al-Ghumari**, **Syaikh Mahmud Syukri al-Alusi**, dan lembaga fatwa resmi (misalnya Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia & Mufti Perlis) menyatakan kisah ini **palsu/rekaan** (makhluqah/khurofat), karena:
- Bertentangan dengan dalil syar'i bahwa jasad Nabi ﷺ tetap di alam barzakh hingga kiamat (lihat hadits: "Aku adalah orang pertama yang dibangkitkan dari kuburnya pada hari kiamat" — HR Bukhari-Muslim).
- Tidak ada sanad yang sahih atau saksi langsung di era dekat.
- Digunakan untuk membanggakan tarekat, bukan berdasarkan bukti historis.

**Ringkasnya**: 
Imam as-Suyuthi (w. 911 H) dan ash-Shayyadi (abad 14 H) hanyalah **pengutip cerita turun-temurun**, bukan perawi atau saksi langsung. Yang benar-benar "dekat" dengan ar-Rifā’ī (abad 6 H) **tidak ada yang mencatat** kisah ini sama sekali. Oleh karena itu, cerita ini tetap diklasifikasikan sebagai **khurofat** yang tidak memiliki dasar kuat, meskipun populer di kalangan tertentu.

Semoga Allah menjaga kita dari cerita-cerita yang tidak jelas asal-usulnya, dan meneguhkan kita pada dalil yang shahih. Āmīn.

Ibnu Arabi dan alhallaj adalah yang memasukkan ajaran bathiniyah kedalam tasawwuf

 Mereka jelas dikafirkan oleh beberapa ulama 

Menolong sunni dulu dari kesyiahan

 Sunni masih banyak yang terkontaminasi dengan kesyiahan

  1. Terlalu memuji Ali dan keluarganya
  2. membenci bani umayyah
  3. mengatakan banyak ulama islam dari persia
  4. mu'awiyah bukan khalifah tapi raja
  5. bani hasyim tercipta dari cahaya 
bersekutu dengan syiah itu bagus yang penting anti zionis. Dan masalah lainnya. 


Syiah hasyimiyah penyebab daulah abbasiyah dijajah oleh syiah imamiyah bathiniyah

 


Siapa yang membantu penyebaran syiah? jawabannya bani hasyim + komplotan arab yang dibodohi + kaum ajam syu'ubi 

Akibatnya negara islam dijajah syiah dari abad ke 3 sampai abad ke 6. Syiah dimasa itu membuat banyak masalah seperti mencela bani umayyah dan para sahabat lainnya diatas mimbar khutbah jum'at. 

Di era sekarang kita melihat para khatib jum'at menyebut Khalifah hanya 4 yaitu Abu bakar , umar , utsman dan ali. Sedangkan Mu'awiyah dan Yazid diskip. Sebenarnya ini adalah hasil ancaman para syiah masa lalu sehingga kita melihat efeknya sampai sekarang. 

Apakah semua syiah kafir?

 Jawabannya tidak. Syiah adalah terbagi atas beberapa kelompok. Kita menghukumi firqoh berdasarkan aqidahnya apakah sampai keluar dari islam atau tidak? Contohnya melaknat sahabat Nabi dan istri Nabi apa termasuk kafir? jawabannya dilihat laknatnya apa ? sebab bisa saja dia jahil atau ikut-ikutan. Jelas itu tetap dosa besar. Beda lagi kalau istighostah minta kepada Ali dan mengkafirkan sahabat maka dia masuk dalam kekafiran. 

sunni = utsmani

 Utsmani adalah mereka yang mengakui bahwa khalifah terbaik adalah Abu bakar, Umar & Utsman. Adapun Ali sebagai khalifah masih diperselisihkan. Sedangkan syi'i adalah orang yang mengutamakan Ali setelah Abu bakar dan umar kemudian menyatakan bahwa ijithad Ali dalam peperangan itu benar

Ruh pulang ke dunia atau gentayangan

 Gak ada istilahnya ruh manusia gentayangan. Ruh itu Allah Subhanahu wa Ta'ala yang mengurusnya. Ruh diletakkan di alam barzakh yaitu alam yang ghaib yang tidak ada yang mengetahuinya. 

Yang mana islam yang murni itu?

 Islam yang murni itu yang tidak ada ajaran bathiniyahnya. 

Teosofi

 teosofi atau sufisme adalah dari yunani. Mereka masuk ke daulaj islam dimasa akhir zaman kekuasaan bani umayyah. Pada dasarnya sufisme sendiri mirip ajaran filsafat. Namun akar ajaran bathiniyah masih kuat dalam sufisme

Khawarij muncul era Khalifah Utsman

 Khalifah Utsman bin Affan adalah khalifah yang adil dan bijaksana. Namun kelompok khowarij membunuhnya. Atas alasan kolusi atau korupsi. Padahal semua itu dusta belaka. 

Fitnah syiah hasyimiyah

 Khuruj zaid bin ali bin husain bin Ali bin abi thalib terhadap khalifah hisyam bin abdulmalik . Kemudian saat dia tahu dikhianati dia dihabisi oleh pasukan maslamah bin abdulmalik. 

Khuruj pasukan Abbasiyah dan abu muslim alkhurosani terhadap khalifah marwan bin muhammad. Lalu pembantaian sunni di syam dan wilayah iraq. 

Syiah hasyimiyah

 syiah hasyimiyah adalah kelompok yang meyakini bahwa bani hasyim adalah khalifah dan pemimpin yang sah. Adapun selain mereka maka dianggap sebagai perampas kekuasaan. Syiah hasyimiyah sampai sekarang masih ada. Mereka biasanya menggunakan nama sayyid atau syarif buat membedakan antara arab yang lainnya. 

Ciri sunni mencintai daulah bani umayyah

 Bani umayyah adalah khilafah terbaik yang menyatukan islam dalam 1 imperium. 

Yazid Adalah khalifah kelima

 



Yazid adalah khalifah yang sah. Haram khuruj terhadapnya. Para sahabat dan tabiin ijma' bahwa khalifah yang sah. Adapun riwayat tentang kekejaman beliau adalah dusta. 

Mu'awiyah adalah khalifah ke empat

 Meyakini mu'awiyah sebagai khalifah keempat adalah keyakinan sunni. Para fuqoha malikiyab di andalus memasukkan Mu'awiyah sebagai khalifah keempat. Adapun Ali maka dia adalah amirul jama'ah . Ada yang bilang zaman ini adalah zaman konflik sehingga gak ada khalifaj yang menyatukan 

Kisah Al-israiliyat dan AlFarisiyat

 Israiliyat adalah riwayat kisah atau hadits yang bersumber dari kaum yahudi. Sedangkan alfarisiyat adalah riwayat kisah dari kaum persia dulu yang beragama majusi dan bathiniyah (manawiyah, mazdakiyah dan zanadiqoh)

Para khalifah abbasiyah dan ahlul hadits

 Para khalifah abbasiyah itu ada yang baik dan ada yang jahat. Para ulama 4 mazhab sendiri dan ulama lainnya banyak yang dipenjara karena akibat kebijakan politik dan aqidah mereka. Salah satu kasus yang paling banyak adalah pemalsuan hadits nabawi. Begitu juga dengan atsar sahabat dan sejarah salah bani umayyah. 


Al-Hajjaj bin Yusuf Atsaqafi adalah gubernur yang shaleh

 Banyak sekali dusta kepada beliau yang menuduh beliau gemar membantai secara serabutan. Ini semua dusta. Beliiu seorang wali yang tegas. Beliau bergerak secara politis. Jika ada musuh yang suka memberontak maka negara berhak memberi hukum berat. Sama kayak era kita. Kalau ada yang mau memecah NKRI maka harus dihukum. 



Larangan melaknat pembunuh husain

 Salah satu kebiasaan syiah adalah melaknat pembunuh husain. Padahal ini soal perselisihan politik ijtihadi. Para ulama jelas mengatakan bahwa para pembunuh husain itu muslim dan orang shaleh. Mereka berijtihad bahwa gak sah melanggar keputusan ijma' soal khalifah yazid . Dan alasan lain juga mereka sudah meninggal dunia. Jadi tidak ada gunanya melaknat bahkan terhitung dosa. 


Melaknat orang mati adalah kefasikan. Ini merupakan kebiasaan syiah. 

Masalah terbunuhnya husain radhiallahu anhu karena konflik politik

 Husain radhiallahu anhu seorang cucu Nabi alaihi sholatu wasalam. Dia dihitung sebagai taabiin karena kaedah sahabat tidak hanya cukup ketemu tapi harus faham sabda Nabi. Husain khuruj dari makkah karena merasa hasil musyawarah pembaiatan Yazid melanggar prinsip syuro. Alasan tambahan lain masih ada sahabat yang lebih mulia dari yazid yang cocok jadi khalifah. Husain juga ingin jadi khalifah. Namun para sahabat gak setuju dengan pernyataan husain. Lalu saat husain terbunuh di karbala maka fitnah kedua meledak. Kesalahan ijtihadnya ini fatal dan menyebabkan pertumpahan darah hingga era bani marwan. Ijtihad siyasi salah mengakibatkan daulah islam yang satu pecah menjadi 4 negara: 

1. Daulah zubairiyah hijaz& yaman

2. Daulah Azariqoh khowarij sebagian nejed & persia

3. Daulah Mukhtariyah syiah iraq

4. Daulah Umawiyah syam & mesir



Keterangan : Menyalahkan husain bukan berarti kita menghinanya atau mengurangi haknya. Kita jadikan kesalahan beliau sebagai pelajaran bagi kita untuk tidak ditiru. Adapun beliau maka wajib kita memintakan rahmat dan ampunan bagi beliau. Tidak boleh berikap seperti syiah yang ghuluw dan sebagian sufi yang ngawur dalam menyikapi ini

Ali bin Abi Thalib ingin jadi khalifah

 Ali bin Abi Thalib Radhiallahu anhu menurut riwayat imam muslim ingin jadi khalifah. Tapi Abu Bakar dianggap merebut. Abu Bakar tidak mungkin menyelisihi hasil musyawarah sahabat. Jadi ijma' sahabat adalah hujjah kuat. Lalu Ali akhirnya membaiat Abu Bakar. 


keterangan : Ini adalah perkara politik. Jadi Nabi alaihi sholatu wasalam sudah memberi wasiat buat ikut para tetua dan saling musyawarah. Jadi kesalahan Ali adalah bentuk ijtihad siyasi. Dan ini tidak mengeluarkan dari kesunnahan apalagi keislaman. Tidak seperti kelompok khowarij dan syiah yang ghuluw dalam bab ini. 


Menyebut anak dengan sebutan malaikat kecilku

 Manusia yang sholeh lebih utama dari malaikat. Adapaun menyebut anak bayi dengan sebutan malaikat kecilku adalah SALAH BESAR.Sebab malaikat diciptakan dari cahaya dan mereka diberi tugas sama Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mereka bukan makhluk mungil ! juga Tidak berak atau kecing di popok . 

Lalu apa solusinya? sebut raja kecillu! atau pangeran kecilku! 

Syubhat: Agama islam mengajarkan supaya miskin

 jawaban : salah. Islam mengajarkan supaya kaya dan sederhana. Bukan mewah dan boros. Banyak para sahabat yang kaya tapi sedekah mereka banyak. Yang ngajari supaya miskin itu kebanyakan dari kalangan ghulat sufiyah

Makna sukses yang sebenarnya

 Sukses yang sebenarnya adalah selamat dari neraka dan masuk surga. Adapun sukses soal uang, harta dan jabatan adalah sukses sementara. 

Syubhat: Istri & suami merasa menang saat cerai

 dalam perceraian tidak ada istilah menang atau kalah. Yang ada adalah sama-sama gagal. Mau itu dipamerin di tiktok atau di pengadilan agama. Hidup dalam berkeluarga bukan soal siapa yang punya power tapi siapa yang bisa sabar saling menerima? 

Syubhat : Saya akan minta mahar mahal ke calon suami saya karena saya berhak. Kalau gak maka saya skip

 Mahar adalah hak calon istri. Istri boleh pasang mahar sampai 1milyar. TAPI ya ada tapinya ..... semakin mahar mahal maka semakin dijauhi pria. Hanya sedikit pria yang mampu dan bisa dihitung jari. Kemudian usia wanita tidak seperti pria yang ada masa batasan suburnya. Kalau semakin tua semakin gak subur. Maka ujungnya hidup sendirian. Itulah mengapa Nabi alaihi sholatu wasalam menasehati mudahkan dalam mahar! tidak terlalu murah & tidak terlalu mahal. Harus sesuai kesepakatan. 

Syubhat : Gak papa saya maksiat mumpung masih muda nanti kalau sudah tua baru taubat

 jawaban : salah besar. Jika anda sudah tua nanti maka anda akan kesulitan saat ibadah sebab tubuh gak sekuat dulu lagi. Belajar agama harus mengulang karena sering lupa atau pikun. Jalan ke masjid juga capek-capek. Mau beramal terbatas karena tidak sekuat dulu. Makanya mumpung masih muda maka perbanyak amal kebaikan. Kita gak tahu umir kita sampai kapan. 

Syubhat: nikah itu karena cinta maka gak papa nikah dengan nonmuslim

 jawaban : tujuan nikah bukan karena cinta tapi karena membentuk keluarga muslim yang diridhoi Allah. Kalau cuma modal 1 saja ya ujungnya masalah. Adapun kalau anaknya terlantar bingung ikut agama apa maka ujungnya yang nangani adalah para ustadz .

Syubhat : Saya muslim KTP tapi gak sholat gak papa yang penting hatinya baik

 jawaban : konsekwensi seorang muslim adalah melaksanakan hal yang wajib yaitu sholat dan kewajiban lainnya sesuai perintah syariat. 

Jika anda kuliah maka konsekwensinya harus ikut program kuliah. Kalau cuma ngaku mahasiswa tapi gak ikut program kuliah sama sekali walau sudah bayar maka itu namanya penipu. Bahkan bisa di DO. Kalau orang gak melaksanakan kewajiban maka ini sama dengan kemunafikan atau bahkan menyeret pada kekafiran. Maka wajib bertaubat dan berislam yang konsisten. 

Kalau modal baik hati saja sama manusia tapi sama Allah gak baik maka dia tetap rugi. Syubhat ini lebih banyak dikatakan oleh murjiah dan bathiniyah. Murjiah bilang amal itu cuma perkataan dan hati. Adapun perbuatan gak masuk tapi hanya bagian. Ini jelas menyelisihi ijma ahlussunah 

Syubhat : Hijab atau cadar budaya arab

 jawaban : Hijab adalah bukan budaya arab. Wanita arab dulu pakai kerudung pendek. Ada yang gak berkerudung. Lalu saat ayat hijab turun para wanita muslimah memperlebar baju mereka dan memakai hijab supaya gak diganggu pria asing. Hijab wajib bagi muslimah yang merdeka. Adapun wanita budak dan wanita nonmuslim tidak wajib. Dalilnya ayat Al-Qur'an.