Rabu, 31 Desember 2025

Abu Mujrim Alkhurosani

 **Abu Muslim al-Khurasani** (nama asli Abdurrahman bin Muslim, w. 755 M / 137 H) adalah panglima militer Persia yang sangat berperan dalam **Revolusi Abbasiyah** yang menumbangkan Daulah Umayyah dan mendirikan Daulah Abbasiyah. Namun, dalam catatan sejarah Islam (terutama dari sumber seperti Al-Tabari, Syaikh Muhammad Al-Khudari, dan sejarawan modern), **ia juga dikaitkan dengan tindakan kekerasan dan pembunuhan massal** yang sangat kejam, terutama selama masa revolusi dan penguasaan Khurasan.


Berikut adalah **kejahatan / tindakan kekejaman** utama yang dikaitkan dengannya berdasarkan riwayat sejarah (catatan ini bersifat kontroversial dan bergantung pada sumber, karena sejarah Abbasiyah sering dipengaruhi propaganda pemenang):


### 1. Pembunuhan Massal dan Penumpahan Darah Berlebihan di Khurasan

- Ia menerapkan **kebijakan "Bunuhlah setiap orang yang Anda curigai"** (pesan yang sering dikaitkan dengannya selama memerintah Khurasan sebagai gubernur).

- Menurut **Syaikh Muhammad Al-Khudari** (dalam bukunya *Ad-Daulah Al-Abbasiyyah*) dan riwayat yang dikutip banyak sejarawan (termasuk Tabari), **korban tewas akibat perintah pembunuhan, penahanan, dan eksekusi** di bawah komandonya mencapai **lebih dari 600.000 jiwa** (termasuk orang Arab, non-Arab, pendukung Umayyah, dan siapa saja yang dicurigai menentang revolusi Abbasiyah).

- Tindakan ini dilakukan dengan alasan **mengamankan kekuasaan** dan mencegah pemberontakan balik, tetapi dianggap **berlebihan, sewenang-wenang**, dan jauh dari ajaran Islam yang menekankan keadilan.


### 2. Pembunuhan Tokoh-Tokoh Pendukung Abbasiyah Sendiri (Pengkhianatan Internal)

- Setelah revolusi berhasil, Abu Muslim dituduh membunuh beberapa tokoh penting Abbasiyah yang menjadi saingan atau potensi ancaman, seperti:

  - **Abu Salama al-Khallal** (tokoh da'i utama Abbasiyah).

  - **Sulaiman bin Katsir** dan tokoh-tokoh lain yang terlibat dalam propaganda awal revolusi.

- Hal ini dilakukan untuk **menghilangkan saingan potensial** dan memusatkan kekuasaan di tangannya, meskipun mereka adalah sekutu dalam revolusi.


### 3. Kekerasan Selama Revolusi dan Penaklukan

- Dalam proses revolusi Abbasiyah (747–750 M), pasukannya melakukan **pembantaian terhadap pendukung Umayyah** di berbagai wilayah, terutama di Khurasan dan saat menyerbu Damaskus.

- Meskipun revolusi itu sendiri melibatkan kekerasan besar-besaran (termasuk pembantaian keluarga Umayyah oleh Abdullah bin Ali), **Abu Muslim** sebagai panglima utama di lapangan sering dikaitkan dengan **metode paling brutal** untuk memastikan kemenangan.


### Catatan Penting

- **Mayoritas sumber sejarah** (terutama yang pro-Abbasiyah) mengakui peran heroiknya dalam mendirikan Daulah Abbasiyah, tetapi juga **mengkritik kekejamannya** sebagai "lebih buruk daripada Al-Hajjaj" (seperti yang disebutkan Abdullah bin Mubarak dalam riwayat Baihaqi).

- Ironisnya, **Abu Muslim sendiri akhirnya dibunuh secara sadis** oleh Khalifah **Abu Ja'far Al-Mansur** (khalifah Abbasiyah kedua) pada 755 M karena dicurigai menjadi ancaman kekuasaan (dibunuh di istana, dimutilasi, dan jasadnya dibuang ke Sungai Tigris).

- Angka **600.000 korban** ini disebutkan dalam beberapa sumber klasik dan modern (seperti Al-Khudari), tetapi **tidak semua sejarawan** menerimanya secara mutlak karena sifat hiperbolis riwayat zaman itu. Namun, konsensusnya adalah bahwa **pemerintahan dan revolusi di bawahnya ditandai dengan kekerasan ekstrem** untuk mempertahankan kekuasaan.


Kesimpulan: Abu Muslim al-Khurasani adalah **pahlawan revolusi** bagi sebagian (terutama di Khurasan/Persia), tetapi juga **dikenal sebagai sosok kejam** yang bertanggung jawab atas **pembunuhan massal** dan tindakan represif yang sangat besar selama masa revolusi dan pemerintahannya di Khurasan. Wallahu a'lam bish-shawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar