syaikh khalid
Selasa, 13 Januari 2026
Selasa, 06 Januari 2026
Hobi ngaku dzurriyat tapi dusta
Bismillah
DEMEN BANGET SIH KALIAN NGAKU-NGAKU MASIH KETURUNAN NABI shollalloohu 'alayhi wa sallam DAN MENJUAL SEJUTA KEDUSTAAN ATAS NAMA KAROMAH KLAN KALIAN ?
By: Berik Said
Di negeri ini ada komunitas manusia yang HARI-HARINYA HABIS UNTUK MEMPROMOSIKAN DIRINYA DAN KELUARGANYA ADALAH KETURUNAN NABI shollalloohu alayhi wa sallam.
Bahkan INTI DAKWAH MEREKA KE MASYARAKAT TAK JAUH DARI ITU.
Ini untuk 'MENCUCI OTAK' khususnya kaum awam, agar menaruh LOYALITAS TOTAL PADA MEREKA DENGAN KLAIM 'KAMI ADALAH ANAK CUCU NABI shollalloohu alayhi wa sallam YANG WAJIB DIMULIAKAN'.
Nah ... Bahkan mereka tak segan NYARIS TIAP HARI MENABURKAN KISAH KISAH ANEH ATAS NAMA KAROMAH, UNTUK MAKIN MEMBUAT KALANGAN AWAM MENJADI TAKJUB, DAN BERUJUNG 'PENYEMBAHAN' KEPADA MEREKA !
Mereka tak pernah lelah MEMBUAT KEDUSTAAN, KHUROFAT, YANG MENGANGUNG-AGUNGKAN KLAN MEREKA, BAHKAN YANG DAPAT MENJERUMUSKAN UMMAT PADA SYIRKUL AKBAR, ATAS NAMA KAROMAH YANG DIMILIKI KETURUNAN ROSULULLOH shollalloohu alayhi wa sallam.
Setelah itu TANPA RASA MALU MEREKA MENGKLAIM SEBAGAI ANAK CUCU ROSUL shollalloohu alayhi wa sallam ?!
Tak sedikit mereka yang ujung ujungnya MENJUAL KISAH KHUROFAT UNTUK DUNIAWI, DENGAN BERTAMENG KAMI ADALAH KETURUNAN ROSUL shollalloohu alayhi wa sallam YANG WAJIB DIMULIAKAN !
Padahal jika kita melihat keseharian mereka, maka hidup mereka TIDAK JAUH JAUH DARI 'MERAMAIKAN KUBURAN KETURUNAN MEREKA' !
Namun lalu hidupnya SUPER MEWAH, MESKI NYARIS TAK TERLIHAT MEREKA BEKERJA SEPERTI ORANG LAIN PADA UMUMNYA.
Boleh dikatakan 'sumber rejeki' mereka dari 'MENJUAL MAKAM KERAMAT PALSU' dan KISAH KHUROFAT YANG PENUH KEDUSTAAN TERKAIT LELUHUR MEREKA YANG DIATASNAMAKAN KELUARGA NABI shollalloohu alayhi wa sallam.
Maka kita katakan :
BAHKAN ANDAIPUN ADA BUKTI BENAR MEREKA KETURUNAN NABI shollalloohu ‘alayhi wa sallam (AHLUL BAIT), NAMUN IA TAK BERDIRI DI ATAS AQIDAH YANG SHOHIH, MAKA PENGAKUANNYA ITU SAMA SEKALI TAK ADA MANFAAT BAGI URUSAN AKHERATNYA !
Tidakkah kalian membaca apa yang dikatakan oleh Nabi Nuh ‘alayhis sholaatu wa sallam kepada Allah saat ANAK KANDUNGNYA SENDIRI YANG RUSAK AQIDAHNYA termasuk orang yang Allah tenggelamkan dalam adzab berupa banjir besar ?
Baca ini …
رَبِّ إِنَّ ابْنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنْتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ
“Ya Tuhanku, sesungguhnya ANAKKU termasuk KELUARGAKU (AHLUL BAITKU), dan sesungguhnya janji-MU itulah yang benar dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.”
(QS. Hud : 45)
Lalu tahukah kalian apa jawaban Allah atas keinginan Nabi Nuh ‘alayhis sholaatu wa sallam untuk menyelamatkan ANAK KANDUNGNYA SENDIRI dengan alasan anak kandungnya itu termasuk AHLUL BAITNYA ?
Ini jawaban Allah :
يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ
“Wahai Nuh, sesungguhnya DIA BUKANLAH TERMASUK KELUARGAMU (AHLUL BAITMU YANG DIJANJIKAN AKAN DISELAMATKAN) SESUNGGUHNYA DIA TELAH BERBUAT YANG TIDAK BAIK ! )
(QS. Hud : 46)
Naaah…
JIKA DEMIKIAN KEADAANNYA, DI MANA KEDUDUKAN SEBAGAI ‘AHLUL BAIT’ -BAHKAN BERSTATUS ANAK KANDUNG- SAMA SEKALI TAK MEMBERIKAN SECUIL MANFAAT PUN BAGINYA BILA IA BERDIRI DI ATAS AQIDAH YANG BATIL DAN SYIRIK, MAKA BAGAIMANAKAH LAGI JIKA ITU BARU SEKEDAR ‘MENGAKU-AKU’ SEBAGAI AHLUL BAIT DENGAN TAK DIDUKUNG VALIDITAS BUKTI YANG SHOHIH BAHWA IA MEMANG MEMILIKI GARIS KETURUNAN DENGAN NABI shollalloou ‘alyhi wa sallam, APALAGI RENTANG ZAMANNYA SUDAH SEDEMIKAN JAUH, DAN TERNYATA KEHIDUPANNYA TENGGELAM DALAM KESYIRIKAN, KEBID’AHAN, DAN LEBIH DEKAT DENGAN FAHAM SYI’AH, SHUFI DHOLAL DAN SEJENISNYA, DAN BAHKAN IA IKUT MENJADI GEMBONGNYA ?
Allahul musta’aan…
Ingatlah, RUSAKNYA AQIDAH TAK AKAN MENJADIKAN NASABMU BERMANFAAT SEKALIPUN KAU ANAK KANDUNG SEORANG NABI !
Walhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin, wa shollalloohu ‘alaa Muhammadin …
Rabu, 31 Desember 2025
Ulama atau umala?
Assalamualaikum BR. Selamat datang kembali di Guru Gembul Channel. Saya tuh mengalami mimpi yang cukup aneh kemarin lalu itu baraya dan mimpi itu benar-benar bikin saya kesal sampai bahkan setelah saya menjalani hari-hari berjaga itu tetap bikin kesal kalau saya ngingat mimpi itu. Jadi mimpinya kayak gimana? Ya, kurang lebihnya begini baraya. Ee satu waktu saya diundang oleh sebuah ormas keislaman terbesar di Jerman di Nurenberg ee untuk menjadi seorang moderator di sana. moderator dalam sebuah seminar yang membincangkan masalah-masalah keislaman kekinian gitu ya. Nah, tapi sudah saya sampai di sana dan saya bersiap-siap, tiba-tiba panitia menghubungi saya, "Pak, maaf ya, Bapak enggak jadi loh, kenapa enggak jadi? Saya kan sudah datang capek-capek, jauh-jauh datang ke sini, sudah meluangkan banyak waktu ke sini. Kenapa dibatalkan?" Iya, maaf karena ada banyak penolakan dari pihak-pihak kelompok di sini di ormas ini. Khususnya karena Bapak itu sering mengkritik ormas. Oh, ya. Kenapa sih enggak mau kenapa anti kritik banget gitu? Saya pikir ya. Alasannya sih alasan kelise tapi okelah saya pikir tuh ya kesal tapi okelah. Tapi yang lebih mengherankannya lagi itu adalah bahwa Pak sebenarnya alasan lainnya itu adalah karena panitia berkehendak agar moderatornya itu adalah perempuan yang cantik. Saya kaget langsung di sini tuh kan ini tuh seminar dan seminarnya itu seminar ormas keagamaan Islam dan yang menghadirinya, yang jadi pembicaranya itu kan justru adalah para kiai, para ulama, para habib ya, orang-orang para dai yang semacam itu. Kenapa milih moderator yang cantik? Iya, Pak. Soalnya di kami itu kan kalau ngedengerin seminar itu kan pasti sepat gitu, ngantuk gitu, lemas gitu. Malas sama kejadian-kejadian kayak gitu. Jadi harus ada ya pemanis-pemanis gitulah ya, Pak. Jadi di layar itu kelihatan enak, di panggung itu kelihatan enak. Saya itu kesal banget pada waktu itu, Mbaya. Jadi saya mengkritik ormas itu ya di antaranya adalah karena tindakan-tindakan yang amoral, tindakan-tindakan yang kurang baik dan sebagainya. Dan ini di sini justru malah dibuktikan bahwa saya digantikan oleh pihak lain, tapi harus yang cantik biar tidak sepat matanya karena seminar itu membosankan dan bikin tidur. Dan memang benar si ormas yang dimaksud itu yang di Nurberg Jerman itu emang itu memang gitu. Jadi kalau menyangkut masalah keislaman, menyangkut masalah keilmuan, menyangkut masalah seminar yang mencerahkan dan sebagainya, mereka itu ngantuk. Mereka itu tidak peduli, mereka itu tidur. Tapi bagian ngurusin tambang. ngurusin jabatan, rebutan kekayaan itu mereka expose secara terbuka. Bahkan mereka itu rela sampai gontok-gontokan di dalam organisasinya. Sampai organisasinya pecah, ketuanya ribut satu sama lain itu demi apa? Demi ngurusin tambang, rebutin tambang, gitu. Sekali lagi ya, soal bagian-bagian yang mencerahkan, bagian keilmuan dan sebagainya. Mereka ngaku sepat, mereka ngaku tidak berminat dalam hal itu. Tapi bagian duit, bagian cewek itu ya ampun. Makanya termasuk kemarin itu kan ada kejadian di Belanda beray tahu ya, di Belanda itu kan ada sebuah dam besar namanya Oster Dam kalau enggak salah. Nah, dam itu tuh kan kemarin kita tahu bocor, jebol gitu ya dan itu menyebabkan banyak orang yang meninggal dunia, kemudian banyak orang yang mengungsi, kemudian infrastruktur di sana juga rusak parah sampai kerugiannya itu luar bias lah. Dan itu menjadi sebuah bencana yang dipublikasikan dan diketahui sama banyak orang sampai influencer datang ke sana, pejabat-pejabat juga datang ke sana gitu ya. Bahkan di Belanda itu ee pangerannya atau siapanya itu juga ikut datang meninjau ee korban dan lain sebagainya. Nah, tapi ormas ini yang paling besar di Jerman ini, ini warganya, warga ormasnya juga pengin ngebantu. Kan Jerman sama Belanda tuh tetanggaan gitu. Dan mereka tuh punya hubungan kebudayaan yang mirip gitu. Pada datang ke sana tapi pimpinan-pimpinannya ogah, enggak mau ngapa-ngapain. Karena apa? Karena sibuk ngurusin perdebatan tambang sampai mereka pecah belah dan akhirnya mereka tuh kubu-kubuan dalam situasi yang ekstrem gitu. gitu. Jadi ya masalah yang kemanusiaan, masalah yang agama beneran mereka tidak peduli. Jadi agama tuh hanya dijadikan tameng aja. Aslinya di sana tuh bobrok banget. Bahkan ini di Nurenberg Jerman itu kan ormas itu tuh kan ada salah satu petinggi dari ormas itu tuh yang menjadi menteri di Belanda. Nah walaupun jadi menteri di Belanda tapi dia itu menteri apa gitu ya pokoknya mah yang berhubungan dengan rakyat gitu. Si menteri itu tuh datang paling terlambat ke lokasi kejadian. Alasannya apa? Alasannya ternyata mind blowing bukan hanya ngurusin tambang, tapi karena dia itu ketahuan atau terduga korupsi 33 miliar kalau dirupiahkan ya 33 miliar. Kemudian uang itu bagaimana caranya supaya cepat habis dan sebagian bisa dipertanggungjawabkan adalah dia seks party dan dia itu udah dikenal di kelompoknya itu tukang seks party bahwa cewek. Nah, karena dia seks party kemudian ketahuan sama ya lawannya kan lagi pecah gitu ya si ormasnya itu lagi pecah gitu. Nah, ketahuan sama lawannya kemudian si lawannya itu ngomong saya minta 2 miliar untuk tutup mulut begitu. [tertawa] Nah, jadi dia datang terlambat itu karena ngurusin aduh ini ternyata banyak masalah di organisasi banyak masalah pribadinya juga diserang dan sebagainya. Ya, tapi itu mah cuman gosip. Saya kan enggak bisa mengakses informasi yang sebenarnya di sana. Sekarang saya dapatnya cuma dari panitia aja ngobrol. Karena ee saya tuh ya walaupun katanya itu ee ditolak sama banyak pihak di ormas itu, saya tuh dekat sama pimpinan-pimpinan tertingginya dan mereka tuh minta agar memang ormas di Nurenberg ini tuh harus ada kritik dari luar agar mereka itu berbenah gitu. Karena kan kalau kita mencintai organisasi, kita mencintai manusia, kita mencintai kelompok, kita mencintai em golongan kita, kita tuh harus melakukan introspeksi dan melakukan kritik internal maupun eksternal kepada mereka agar mereka tuh kembali ke jalan yang benar dan selalu ada di trek yang lurus, kan begitu. Nah, ee tapi ya jadi aduh ini ada bencana yang luar biasa. Kematian melibatkan banyak orang. Dia yang menjadi menteri malah terlambat datang gara-gara masalah-masalah pribadi yang berhubungan dengan skandal. Tapi kenapa bisa seperti itu sih? Kan baraya, saya yakin baraya yang nonton aja jengkel gitu ya. Nah, kenapa bisa seperti itu ya? Alasan sederhananya tuh gini baraya karena e ormas di Jerman itu tuh ngajarin kepada semuanya. Mereka tuh bikin lembaga pendidikan, bikin sistem pendidikan, bikin yang semacam itu. Nah, bikin tapi sistem pendidikannya itu bukan mencerdaskan tapi membodohkan. Jadi pelajarannya itu orang tidak boleh kritis, tapi hanya harus menghafal pengalaman pengetahuan, perkataan orang lain. Menghafal gitu ya. Kemudian bertanya itu sesuatu yang agak janggal di sana apalagi mengkritik gitu. Jadi harus ngikutin semua kata-kata yang ada di atasnya. Jadi walaupun yang di atasnya itu kacau, luar biasa, tidak bermoral dan sebagainya, tapi semua murid-muridnya itu akan patuh. Dan ketika kita kritik itu hujatan caci maki dan boikot itu pasti akan dilakukan. Diboikot kitanya tuh bakal diboikot bar ya. Ee jadi ini besar sekali dan kenapa bisa seperti itu ya karena si ormas ini tuh melibatkan uang yang sangat besar, melibatkan jaringan kekuasaan yang sangat kuat dan jaringan kekuasaan yang sangat kuat itu sangat ketergantungan sama ormas ini gitu. Jadi ee kenapa si orang-orang di bawahnya itu dibuat tetap tidak kritis? dibuat tidak skeptis karena satu ini adalah untuk ee kepentingan pemilu. Jadi pemilu itu mereka tuh bisa diarahkan karena mereka kan biasanya saya tidak tahu pilihan mana yang benar tapi ngikut aja pada orang patron kita gitu ya. Nah, jadi memang desainnya dibuat seperti itu biar bisa dijual dalam pemilu, dijual dalam Pilkada, kemudian dikadalin yang seperti itu. Kemudian ee digunakan untuk melayani organisasi itu atau melayani lembaga itu gitu ya. atau melayani orang-orangnya. Nanti di ini diiming-imingi surga. Nanti kalau kamu melayani dengan baik, nanti kamu dapat berkah. Hidup kamu nanti akan ee selamat di dunia dan akhirat gitu ya. Kurang lebihnya seperti itu. Kemudian tujuan berikutnya itu adalah untuk melindungi kepentingan-kepentingan pemerintah. Jadi kalau pemerintah punya lahan tambang gitu ya, kemudian lahan kedelai, lahan toge dan sebagainya dan itu merusak lingkungan dan sebagainya. mereka itu akan disimpan di hadapan masyarakat, di depan rakyat untuk membentengi pemerintah dari kritik. Jadi mereka akan menyebut wah ini wasabi lingkungan dan sebagainya mereka itu akan dibuat yang seperti itu gitu ya. Kemudian untuk bancakan kepentingan yang jauh lebih besar lagi gitu. Jadi misalkan kayak kemarin lah ya kan ee mereka itu terkena kasus skandal haji ya di Jerman itu. Di Jerman juga kan banyak haji gitu kayak mesil gitu kan haji ya. Nah, [tertawa] ee di Jerman itu ada skandal haji, ternyata mereka itu korupsi. Nah, walaupun ketahuan korupsi, tetapi polisi dan para penegak hukum di sana itu tidak segera mengambil tindakan. Kenapa seperti itu? Karena ada lobi besar ini. Siapa yang mau dikorbanin? Kan udah ketahuan korupsi dan korupsi itu melibatkan banyak orang termasuk pimpinannya perdana menteri Jerman itu tuh dapat. Jadi korupsi itu disetorkan kepada pemerintah pusat yang tinggi-tingginya itu sekitar 1 sampai 2 triliun. disetorin. Nah, karena ini melibatkan banyak sekali pihak, jadi harus ada satu tersangka untuk mendiamkan masyarakat dan aktivis. Tapi si tersangka itu tuh tidak boleh cuap-cuap ke mana-mana. Harus mengaku bahwa yang korupsi itu saya sendiri, gitu. Nah, jadi lagi milih, lagi lobi, tapi siapa? Nah, sampai sekarang itu belum ketahuan siapanya gitu. Jadi, em biarkan nanti satu dikorbankan. Nah, setelah satu dikorbankan, nanti orang yang mengaku sebagai koruptor dan lain-lain itu nanti akan divonis kemudian dipenjara. Tapi setelah dipenjara dia ya akan dibebaskan saja gitu ya. Ini mah hanya untuk meredam opini publik saja begitu ceritanya. Tapi sampai sekarang si tentang siapa yang mau dikorbankannya masih bingung gitu. Makanya setiap menjadi ketua dari ormas itu tuh itu tuh pasti melibatkan perdana menteri, pasti melibatkan pemerintah. Jadi bukan dipilih oleh anggota, bukan dipilih oleh rakyatnya, tapi biasanya dipilih dan direstui sama presidennya. Karena apa? Karena ini menyangkut jumlah uang yang lebih besar dan jumlah skandal yang jauh lebih besar daripada itu semua, gitu. Makanya itulah alasan bahkan ketika ada di negara tetangga itu banjir yang sangat besar, banjir bandang karena benteng jebol itu ya mereka sekarang malah sibuknya itu persiapan muktamar, persiapan pemilihan ketua yang baru gitu. Karena pemeriksaan ketua yang baru itu juga berdampak pada presidennya siapa nanti gitu, kepada wakilnya presiden, kepada menteri-menterinya siapa nanti dan sebagainya itu berdampak ke situ gitu. Dan karena itulah maka mereka juga suka disuapin gitu. Jadi ada pesantren langsung dikasih 125 M gitu dari duit negara. Jadi pesantrennya milik pribadi tapi untuk negara dikasih ke sana gitu. Atau misalkan ada kejadian yang lain itu ee ketuanya yang sekarang sedang bersengketa itu itu punya pesantren. Tapi pesantrennya itu enggak elit. Pesantrennya itu enggak terkenal. Pesantrennya itu enggak punya riwayat masa lalu. Itu tuh cuman rintisan dan santrinya juga cuman 30 40 orang. Enggak sampai 100 orang, tapi bangunannya, megahnya luar biasa. Rumah dari orang itu yang ketuanya itu, itu sampai ada lift-nya gitu saking tajir melintirnya gitu. Padahal orang-orang di bawahnya, rakyatnya, anggota-anggotanya itu dibuat miskin dan dimiskinkan, dibuat bodoh dan dibodohkan. Yait untuk transaksi jual beli aja. Tapi ya itu kalau kita kritik misalkan e jangan sampailah berani mengkritik itu baraya. karena ee banyak orang berani mengkritik pemerintah Jerman, banyak orang berani mengkritik pemerintah di Nurenberg, banyak orang berani mengkritik dan menghujat para oligarki dan mafia di sana. Tapi kalau berhadapan dengan ini enggak ada yang berani. Asli enggak ada yang berani. Karena wah itu hantamannya sangat luar biasa. Baraya. Kalau kalau saya masih berani tapi ya cuman sendirian aja enggak berani karena dihujat juga siapa juga yang berani berhadapan dengan itu gitu. Tapi ya untungnya itu di dalam mimpi saya dan kejadiannya di Nurenberg Jerman gitu ya. Ee cuman ya itulah yang bikin saya kesal. Maksud saya saya adalah seorang muslim gitu. Saya tuh beragama Islam. Saya tuh mencintai agama saya gitu. Tapi agama saya itu dihancurkan, dirujak, difitnah, dijelek-jelekin segala rupa. Karena perilaku dari orang-orang yang mengatasnamakannya dan mereka menggunakannya untuk mendapatkan uang, untuk akses terhadap kekuasaan dan sebagainya. Miris. Saya ingin berjuang dan saya ingin mendapatkan makna dari perjuangan itu, tapi justru malah ee di fitnah ini itu gitu ya. Ee ya gitu ajaalah. Terima kasih karena sudah menyimak dan mendengarkan mimpi saya yang mind blowing itu. Terima kasih karena sudah menyimak. Saya guru gembul. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.
Komentar :
Sesungguhnya manusia itu dilihat dari niatnya.
Mengkoreksi guru gembul
Tulisan guru gembul 👇
Assalamualaikum B. Selamat datang kembali di Guru Gembul Channel. Jangan potong video ini dengan tujuan yang buruk ya. Saya ingin mewartakan sesuatu yang sangat ironi dan mungkin paradoks di negeri ini. Jadi baraya tentu saja mengetahui ada sebuah narasi besar di Indonesia bahwa kalau kita mau selamat dunia dan akhirat maka dekatlah dengan para ulama. Semakin dekat kita dengan ulama semakin dekat kita masuk surga. Semakin jauh dari para ulama maka semakin tersesatlah kita. Kita akan jadi orang yang sesat, kita akan jadi orang yang zalim, kita akan jadi orang yang terpinggirkan dalam agama kalau kita jauh dari ulama. Begitu kan? Saya pikir itu adalah sebuah narasi yang umum diterima oleh masyarakat kita. Tapi apakah baraya sadar bahwa di dunia nyata hal yang terjadi itu justru adalah hal yang sebaliknya. Semakin baraya dekat dengan ulama, maka semakin besar potensi baraya akan tersesat. Dan semakin jauh baraya dari ulama, maka semakin besar kesempatan baraya untuk lepas dari jalur ketersesatan. Kok bisa seperti itu? Saya jelaskan argumentasinya begini, Baraya. Kalau baraya adalah orang yang sangat baik, baraya suka menyantuni fakir miskin. Baraya juara Olimpiade Sence, baraya menjadi penemu dan memberikan kontribusi positif buat para petani, buat para pengusaha. Pokoknya baraya itu adalah orang yang baik, santun, sabar, baik hati, tidak pernah kena skandal dan sebagainya. Dan baraya adalah orang yang sangat dekat dengan Ustaz Khalid Basalamah misalkan ya. Maka baraya tetap akan dituding sesat. Betapapun kebaikan Baraya kayak gimana, Baraya akan dituding sesat. Karena apa? Karena musuh-musuh Ustaz Khalid Basalamah itu banyak dan mereka menuding Ustaz Khalid Basalamah dan siapapun yang dekat dengannya itu pasti adalah orang sesat. Begitu kan? Sebaliknya, baraya adalah orang ahli maksiat. Baraya tukang judi, baraya tukang zina, baraya mabuk-mabukan. Tapi baraya tidak akan disebut sesat kalau baraya tidak berafiliasi dengan kelompok tertentu. Misalkan, misal ini mah misal ya Pak Bahlil misal ini mah bukan menuduh, tapi misalkan misalkan Pak Bahlil itu adalah orang yang suka zina, orang yang suka mabuk, orang yang suka ee cabul misalkan begitu. Dia tidak akan ditudih sesat. Tidak akan kalau dia tidak berafiliasi atau tidak menegaskan identitas kelompok dengan agama tertentu atau dengan kelompok agama tertentu gitu kan. Coba ada artis-artis yang berzina, yang kumpul kebo, yang tukang fitnah, yang tukang ngejelekin orang, enggak pernah mereka dituding sesat dan menyesatkan. Yang dituding sesat dan menyesatkan itu adalah orang apa? Orang yang baik tapi dekat dengan ulama. orang yang baik tapi dekat dengan ee Ustaz Adi Hidayat itu bisa kena framing. Wah, ini mah orangnya gini gini gini gini. Nah, karena Ustaz Adi Hidayat sendiri kan ya memang kontroversial. Makanya coba silakan cek ya. Saya sebutkan beberapa daftar ulama atau dai yang terkemuka di Indonesia. Saya sebutkan ya Ustaz Abdul Somad. Nah, itu ada yang menudingnya sesat karena tidak pakai jenggot. Kemudian Ustaz Adi Hidayat itu sesat karena mentolelir adanya musik. Kemudian eh Habib Jafar dianggap sesat karena apa? Karena orang Syiah laknatullah alaih. Kemudian Aagim itu dianggap sesat karena mengajarkan sufisme yang ngacau. Kemudian ada Ustaz Khalid Basalamah sesat karena dia Wahabi. Kemudian Ustaz Felixo itu sesat karena dia HTI. Kemudian Gus Baha itu sesat karena dia mencampurkan antara sufi yang aneh-aneh dengan feodalisme Jawa. Kemudian Buya Syakur itu juga sesat karena dia liberal. Quraisyi hab itu sesat karena anak-anaknya tidak berhijab dan lain sebagainya. Nah, tudingan-tudingan sesat itu justru adalah tudingan kepada para ulama, pada orang-orang yang dekat dengan agama. Baraya cek e konten-konten YouTube itu ya yang banyak itu yang yang ngaku ustaz, yang ngaku santri, yang ngaku ah banyak sekali di Indonesia. Nah, isinya itu bukan ajakan untuk ngajak melakukan hal yang baik, bukan. Bukan untuk menjauhi kemaksiatan. bukan. Tapi nah kelompok itulah yang sesat dan menyesatkan. Orang ini telah kafir, orang ini dan sebagainya. Om Salafi tahu apa? Wah, yang nganu mah selalu seperti ini dan sebagainya. Jadi mereka itu bukan fokus pada kemaksiatan, bukan fokus pada kebajikan, bukan fokus pada nilai-nilai agama, tapi penafsiran kelompok mereka pada agama. Jadi benar dan salah bukan terkait dengan kemaksiatan, bukan terkait pada dosa, tapi terkait pada pemikiran seseorang. Baraya orang Syiah bisa diusir dari kampung halamannya walaupun baraya sama sekali tidak melakukan tindakan jahat. Tapi kalau baraya maling besi di Madura itu baraya masih ditolelir sama masyarakat gitu. Nah, kenapa bisa kenapa bisa seperti itu? Kenapa ada fenomena aneh yang seperti itu? Ya, karena sudah sering saya paparkan bahwa orang-orang di seluruh dunia Islam khususnya di Indonesia sekarang mereka tuh punya penyakit asobiah. Penyakit ini adalah penyakit yang paling dibenci dan salah satu dosa paling besar dalam ruang lingkup Islam yaitu fanatik golongan. Mereka marah karena golongan. Mereka berbakti karena golongan bukan karena agama. Bukan karena nilai-nilai kebajikan, bukan karena nilai-nilai moral. Seperti yang dijelaskan kemarin-kemarin itu ketika ada korupsi haji semuanya diam-diam saja karena korupsi. Ketika ada aksi terorisme semuanya diam-diam saja karena apa? Karena terorisme. Ketika ada pencabulan, ada penyimpangan seksual, semuanya bungkam, semuanya diam. Tapi bagian kelompoknya di tuding itu marahnya bisa sampai menggeruduk instansi media yang sangat besar. Semua kemaksiatan tolelir. Tapi kalau pemikirannya berbeda dengan kelompoknya, itu kriminal yang bahkan bisa mendorong seseorang melakukan pembunuhan, fitnah, persekusi kepada pihak yang dianggap menjadi lawannya. Coba beraya ingat-ingat kasus Gus Dur. Gus Dur itu pernah dituding sesat dan menyesatkan. Apakah gara-gara beliau korupsi? Bukan. Apakah gara-gara beliau cabul? Bukan. Bukan itu. Tapi gara-gara apa? Gara-gara pemikirannya dianggap liberal. Dia buta matanya, dia buta hatinya, dan dia sesat dan menyesatkan. Bukan karena tindakan kriminal, tapi gara-gara dia itu pemikirannya berbeda. Coba Baraya cek, misalkan ada Ustaz Firanda gitu ya yang suka dakwah ya gitulah. Kenapa dia dianggap sesat dan menyesatkan dalam agama? Apakah dia pernah tersandung kasus korupsi? Tidak. Apakah dia pernah mencabuli santrinya juga tidak. Apakah dia pernah malakin orang juga tidak. Nah, tapi dia dianggap sesat, menyesatkan dan berbahaya itu karena pemikirannya berbeda dengan kelompok. Begitu Baraya cek mau Gus Baha, mau Ustaz Felixiao dan para pengikutnya itu lebih berpotensi dituding sesat daripada ahli maksiat yang sesungguhnya. Inilah yang melatari alasan kenapa semakin religius sebuah negara, semakin susah dia untuk maju. Semakin religius sebuah negara semakin besar angka korupsinya. Semakin besar angka kriminalitasnya. Semakin besar pelecehan terhadap kemanusiaannya. Di Indonesia, di Timur Tengah katanya Islamnya sangat kuat, tetapi apa? Korupsinya meraja lela. di Amerika Selatan, Amerika Latin itu Katoliknya kuat sekali. Tapi apa yang terjadi di sana? Kartel narkobanya gila-gilaan. Ya, karena apa? Karena agamawan-agama sekarang itu fokus untuk mengomentari pemikiran orang lain, menghakimi pemikiran orang lain, tapi bukan menghakimi perbuatannya. Baraya punya pemikiran aja. punya pemikiran itu dihakimi sama orang lain. Emang apa sih hak dia untuk menghakimi pemikiran kita gitu? Coba apa? Kan cuman pemikiran, cuman berpikir, tapi mereka itu langsung menghakimi ini gini, ini gini, ini gini, ini masuk neraka, ini masuk surga, ini dan sebagainya tanpa ada kaitan dengan kriminalitas tertentu. Ustaz Quraisyhab atau Kiai Quraisyhab gitu misalkan atau Habib Quraisy Hab gitu, dia mengajarkan perdamaian, dia mengajarkan kebaikan hanya gara-gara pemikirannya menganggap bahwa hijab itu tidak wajib, langsung diboikot. hati-hati, jangan ikut pengajian itu karena dia anaknya aja enggak pakai hijab apalagi. Kan itu soal penafsiran dia terhadap teks-teks kitab suci dan dia sama sekali tidak melakukan kejahatan. Nah, inilah yang membuat kita tuh jauh dari agama kita sendiri. Karena justru semakin kita dekat dengan agama semakin dituding sesat. Makanya pada akhirnya pada akhirnya solusinya ya solusinya solusi saya itu dianggap sesat padahal ini sesuai dengan Quran dan sunah. Kalau ada perdebatan di antara baraya semua, di antara kaum muslimin semuanya, maka yang harus dilakukan itu adalah apa? Kembali kepada Quran dan sunah. Sesimpel itu. Tapi perkataan saya ini pun akan dituding macam-macam bahwa itu adalah perkataan yang sesat dan sebagainya. Karena apa? Ya walaupun ngikutin Quran dan sunah, tapi kalau pemikirannya seperti itu enggak sesuai dengan golongan mereka, sesat. Maka pemikiran Quran dan sunah itu harus sesuai dengan tafsiran kami. Nah, kalau gitu baru benar. Coba cek baraya baca Quran dan sunah. itu baraya bisa dianggap nanti tersesat karena ini Al-Qur'an dan sunah kan susah dimengerti. Baraya tidak tersesat kalau sesuai dengan pemikiran mereka gitu. Coba kita misalkan kembali ke dalam Quran dan sunah ya. Apa sih sebenarnya yang diperintahkan sama Quran dan diperintahkan sama sunah? Nih saya bacain satu-satu ya. E berbuat baik kepada orang lain. Jangan sombong dan congkak. Maafkanlah kesalahan orang lain. Ini yang di dalam Al-Qur'an ya. Ee kemudian berbicara dengan nada halus dan sopan. Kemudian rendahkan suara kamu. Jangan mengejek orang lain. Berbakti kepada orang tua. Jangan mengeluarkan kata-kata yang tidak menghormati orang tua. Jangan memasuki kamar pribadi orang tua tanpa izin. Catat hutang-hutang kamu. E jangan mengikuti orang membabi buta. Jangan taklid buta gitu ya. Kemudian berikan toleransi kepada yang berhutang kepadamu. Kemudian jangan makan riba, jangan korupsi, jangan ingkar janji. Kemudian jaga kepercayaan orang lain kepadamu. Kemudian jangan campur adukan kebenaran dengan kebohongan. Kemudian berlaku adillah kepada semua manusia dan lain sebagainya. Nah, ajaran Quran tuh begini semuanya. Jadi, baraya cek aja. Baraya silakan cek baca ya. Kalau sama mereka tuh enggak boleh kecuali lihat bimbingan dari mereka. Tapi baraya cek aja baca itu perintahnya sesederhana itu, larangannya juga sesederhana itu. Tapi justru sama kelompok-kelompok itu tuh di diabaikan mereka melakukan itu semua. Jadi misalkan mereka congkak, mereka melakukan persekusi, mereka melakukan framing, mereka melakukan fitnah, mereka kata-katanya kasar luar biasa. Tapi ngaku beragama. Sedangkan yang diajarkan di dalam Al-Qur'an sama mereka semuanya ditentang. kasus korupsi mereka pelakunya, [tertawa] pencabulan mereka pelakunya. Tapi mereka mem-framing orang lain, menghakimi orang lain hanya berdasarkan pemikirannya. Makanya coba baraya pikirkan baik-baik. Seberapa besarnya bahaya dari asabiyah ini? Dan kata-kata saya ini juga tetap akan ditentang bukan gara-gara saya melakukan tindakan kriminal, bukan. Tapi karena saya bertentangan dengan pemikiran dari golongannya. Terima kasih karena sudah menyimak. Saya guru gembul. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.
Komentar + koreksi :
1. Ashobiyah itu ada 2 pemaknaan
- ta'assub pada yang haq itu benar
- ta'assub pada yang bathil salah
maksudnya fanatik pada kebenaran wajib. Misalnya seorang bilang hijab gak wajib maka wajib ditegur. Bukan karena benci orangnya tapi dengan tujuan nasehat. Jika tetap pada pelanggaran itu maka wajib dilakukan peringatan supaya gak melenceng. Contoh lain seperti orang ngaku muslim tapi gak sholat fardhu maka wajib dinasehatin. Kalau gak nerima ya sudah tetap pada kesabaran tetap nasehat sampai kembali ke jalan yang benar.
2. Ikut ulama tambah sesat! nah ini tergantung ulamanya. Masalahnya gak ada perintah mutlak mengikuti ulama. Perintah mutlak hanya taat kepada Allah , Rasulnya dan ulil amri. Ulil amri adalah khalifah dan pemimpin yang diberi tanggung jawab mengurusi umat. Adapun ulama fungsi mereka terbatas pada penyebaran ilmu, tajdid masyarakat (ishlah) dan dakwah. Ulama gak punya banyak alat seperti penguasa. Taat pada ulil amri sendiri sebatas pada hal yang makruf bukan hal yang munkar karena ulil amri tidak maksum. Jika ada ulama yang amburadul berarti ada yang salah dalam niat sejak awal.
3. Guru gembul perlu tahu bahwa kita tidak bisa lepas dari peran ulama. Para ulama punya peran. Nah apakah mereka teladan? belum tentu.
Hadits Nabi diciptakan dari cahaya adalah dusta
Hadits palsu yang masih tersebar dan menjadi aqidah padahal haditsnya dusta dan palsu. Nabi Muhammad Alaihi sholatu wasalam diciptakan dari tanah sama kayak Nabi Adam alaihi salam dan sama dengan kita. Bedanya kedudukan beliau lebih tinggi karena mendapatkan wahyu dari Allah serta mendapatkan kekhususan.
Adapun aqidah nur nabi itu buatan kelompok bathiniyah majusi. Buat apa? supaya nanti orang yakin bahwa keturunannya Fatimah itu spesial dan gak boleh dihukum walau berbuat salah.
Kyai imad dkk vs Habaib dkk - identitas versus identitas
Masalah nasab belum berakhir karena bukan masalah nasab itu sendiri tapi penggunaan nasab buat mendapatkan kepentingan populis dan agamais
Islamis dan nasionalisme negara
Banyak kalangan Islamis telah berubah menjadi alat perusak identitas nasional, karena keyakinan mereka bahwa identitas nasional itulah yang menghalangi terwujudnya “negara–umat” yang menyatukan kaum Muslimin dalam satu negara.
Pola pikir yang menyerupai metafisika ini mengabaikan fakta bahwa kaum Muslimin tidak pernah benar-benar menjadi satu negara kecuali pada masa Khulafaur Rasyidin dan Dinasti Umayyah saja.
Alasannya sederhana: Islam pada masa itu masih hampir terbatas pada satu kelompok etnis, yaitu bangsa Arab. Bahkan kaum Muslim non-Arab pun sebagian besar telah terarabkan secara budaya dan sosial (mungkin dengan pengecualian suku-suku Berber yang mulai memisahkan diri dari negara sejak akhir masa Umayyah setelah menganut mazhab-mazhab Khawarij).
Tak lama kemudian, negara itu terpecah dan terbagi menjadi banyak kerajaan kecil, dan umat Islam kehilangan persatuan politiknya. Besar kemungkinan keadaan ini akan terus berlanjut hingga akhir zaman.
Menghancurkan entitas-entitas nasional tidak akan melahirkan persatuan Islam besar sebagaimana yang mereka bayangkan—karena ketidaktahuan mereka terhadap cara kerja masyarakat dan negara—melainkan justru akan mengubah setiap kota, desa, dan suku menjadi negara kecil yang tertutup, saling bermusuhan dengan lingkungannya, dan saling berebut sumber daya.
Siapa yang tidak percaya, silakan melihat Somalia dan Libya.
Ini bukan pemikiran pesimistis, melainkan realitas. Mentalitas kedaerahan yang terkurung di balik tembok kota lama, dan mentalitas kesukuan yang tertutup dalam lingkaran suku, masih sangat kuat dan dominan, jauh melebihi apa yang dibayangkan oleh mereka.
Justru gagasan nasional lah yang mampu melampaui kerangka-kerangka tertutup tersebut.
Gagasan Islam semata tidaklah cukup jika tidak dibingkai dalam kerangka nasional atau kebangsaan.
Sebab, ikatan yang menyatukan orang Damaskus dengan Aleppo dan suku-suku wilayah timur dengan kadar yang sama seperti ikatan mereka dengan orang Indonesia, Kazakhstan, atau Niger, tidak layak menjadi ikatan politik yang dapat melahirkan entitas berdaulat.
(Dikutip)
-
Siapa yang membantu penyebaran syiah? jawabannya bani hasyim + komplotan arab yang dibodohi + kaum ajam syu'ubi Akibatnya negara isla...
-
Pernahkah kamu membayangkan terbangun pada abad ke-4 atau ke-5 Hijriah, lalu mendapati bahwa hampir seluruh dunia Islam telah berada di ba...
-
**Dewa Janus** dalam mitologi Romawi memiliki **tugas dan peran yang sangat luas**, jauh lebih dari sekadar "dewa pintu". Ia adal...